SIGLI | ACEHJURNAL.COM – Relawan Sarjani menggelar silaturrahmi akbar bersama masyarakat di Posko Keuniree, Kota Sigli, Pidie, Sabtu (6/7/2024) malam. Silaturrahmi bersama tokoh masyarakat ini membahas berbagai isu kekinian menyongsong Pilkada 2024 mendatang. Silaturrahmi ini turut dihadiri langsung Bakal Calon Bupati Pidie, Sarjani Abdullah dan Al Zaizi Umar. Perlu diketahui, Al Zaizi Umar kini resmi dipilih oleh Partai Aceh menjadi pendamping Sarjani pada Pilkada 2024.
Turut juga dihadiri sejumlah partai politik, perwakilan lintas lembaga dan tokoh masyarakat bansigom Pidie. Dalam silaturrahmi ini, mereka membahas rekam jejak masa pemerintahan Sarjani Abdullah semasa menjabat sebagai Bupati Pidie periode 2011-2027.
Mantan Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadhli A. Hamid dalam penyampaian pandangan mengatakan, Pidie dengan permasalahan yang begitu kompleks, membutuhkan sosok pemimpin yang kuat, tegas dan berkharisma.
“Sebagai mantan Pimpinan GAM yang mempunyai basis yang begitu besar, Sarjani adalah sosok yang dihormati dan diinginkan oleh masyarakat yang dibuktikan dengan keberhasilan Partai besutannya memenangkan Pemilu di Kabupaten Pidie pada Pileg lalu “, ujar Fadhli A. Hamid.
Hal senada juga disampaikan Zuhri Mauluddinsyah Adan. Mantan aktivis SIRA ini mengapresiasi sikap Sarjani yang memilih Al Zaizi Umar sebagai calon wakilnya.
Menurut Zuhri, sikap ini menunjukkan semangat regenerasi sebagai Visi dari Sarjani kedepan. Membangun Pidie, baginya harus dilakukan secara fokus dan berkelanjutan.
“Alzaizi adalah aset, tokoh muda yang potensial. Abu Sarjani ibarat menemukan berlian”, ujar Zuhri.
Berbeda dengan mereka, aktivis perempuan yang juga mantan ketua Kohati Badko HMI Aceh, Melati mengenang masa remajanya ketika Pidie dipimpin Sarjani.
Periode 2012-2017, Keluarga Melati yang berdomisili di Gampong Blok Sawah yang menjadi lokasi relokasi untuk pembangunan Mesjid Alfalah, ikut merasakan langsung dampak positifnya.
“Alhamdulillah hanya Sarjani yang mampu meyakinkan kami untuk pindah tempat tinggal demi kepentingan Pembangunan Mesjid Kabupaten yang bahkan sudah diidamkan beberapa bupati sebelumnya” ucap melati bernostalgia.
Selain itu, Melati menambahkan, program 1 hari 1 ayat dengan kolaborasi program pendidikan yang menginduksi kurikulum dayah menjadi sangat menarik dan telah membentuk dirinya sendiri, secara lebih luas masa depan Pidie yang islami, berkarakter dan cerdas.
Ketua relawan Sarjani Zulkifli BI atau yang sering disapa Doli dalam sambutannya menyampaikan terbentuknya relawan Sarjani ini murni inisiatif dari teman teman agar terhimpun dan terhubung satu sama lain, bukan karena dibentuk oleh Sarjani atau oleh Partai Aceh.
“Tugas kita adalah memastikan fakta fakta kepemimpinan abu Sarjani pada pemilu 2012-2017 tersampaikan sampai ke akar rumput, ada tugas yang harus diselesaikan, ada program yang harus dilakukan, ada ide yang harus terapkan dengan kekuasaan dan kebijakan yang dimiliki nantinya,” ucap Zulkifli.
Menurutnya, Relawan Sarjani selalu membuka ruang ruang diskusi baik di warung warung kopi, pondok pondok, bale bale. Tujuannya untuk membandingkan dari jumlah kandidat yang mucul dipermukaan nantinya siapa yang lebih layak menjadi Bupati Pidie pada pilkada mendatang.
“Kita sebagai yang berlatar belakang pemuda dan mahasiswa tidak dianjurkan untuk menjelek jelekkan kandidat lain, kita fokus saja tujuan kita, tokoh masyarakat jauh jauh hari sudah mendesak abu Sarjani memimpin Pidie pada pilkada mendatang,” pungkasnya. []