Refleksi 15 Tahun Aceh Damai, Safaruddin Minta Pemerintah Pusat Permanenkan Otsus

Gerebek Lapak Judi di Aceh Tamiang, Satu Pelaku Kabur

KUALA SIMPANG | Petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang menggerebek lapak judi domino di Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang. Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya...

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020) dini hari. "Benar, kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam...

Setubuhi Anak Tirinya, Pria Ini Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Bejat! Begitu kata yang pantas disematkan kepada seorang ayah berinisial AS (35). Pria asal kota Banda Aceh tega menyetubuhi...

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM –  “Sebagai rakyat Aceh, perjuangan kita ke depan adalah bagaimana mengadvokasi agar dana otsus di Aceh dapat dipermanenkan”, kata Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin pada Jumat (15/8).

Penggalan itu disampaikan Safaruddin mengawali obrolan awal terkait momentum perdamaian Aceh ke-15. Menurutnya, momentum Aceh damai seharusnya menjadi sebuah refleksi semua masyarakat Aceh untuk membangun perabadannya menjadi lebih baik. Salah satunya adalah kembali berbenah demi mengejar ketertigalan dari fase konflik dan tsunami.

Untuk mewujudkannya itu, politisi muda Gerindra ini meminta Pemerintah Pusat agar mengucurkan Dana Otonomi Khusus (DOKA) menjadi permanen. Sehingga dapat memberi kesejahteraan secara merata bagi seluruh rakyat Aceh. Menurutnya, dana otsus akan berakhir pada tahun 2027 mendatang.

“Maka dari itu, seluruh pihak, mulai stakeholder maupun Pemerintah Aceh untuk kembali mengadvokasi agar DOKA bisa diperpanjang, bahkan dipermanenkan. Ini adalah bagian dari estafet perjuangan kita secara politik,” kata Safaruddin.

Safaruddin menjelaskan, usai ditekennya nota kesepahaman antara Pemerintah RI dan GAM yang termaktub dalam MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu, Aceh telah menerima kucuran DOKA setiap tahunnya. Tujuannya untuk dapat mengejar ketertinggalan pembangunan.  Sebagai provinsi yang mendapat dana otsus sejak 2006 lalu, Bumi Serambi Mekkah akan mendapat dana selama 20 tahun. Selanjutnya Pemerintah pusat mengesahkan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

“Aceh pertama kali menerima dana otsus tahun 2008 lalu. Totalnya diperkirakan sebesar Rp 170 Triliun yang berakhir pada 2027 nanti. Hingga saat ini, Aceh telah menerima DOKA sekitar Rp 73 Triliun. Harapan kita ke depan, alokasi dana itu tidak akan berakhir jangka waktu tujuh tahun lagi,” tambah Safaruddin.

Selama ini, katanya lagi, anggaran yang dipergunakan selama ini masih belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Aceh secara menyeluruh. Ini ditandainya masih minimnya capaian pembangunan yang sesuai harapan rakyat Aceh, sehingga perlu ditinjau ulang.  Ia berharap agar Pemerintah Aceh selaku eksekutif seharusnya dapat mengevaluasi sejauh mana Aceh sudah dibangun dengan konsep kemajuan. Salah satunya mencari solusi alternatif demi mengejar segala ketertinggalan, baik soal pemerataan pembangunan dan lain-lain sebagainya.

“Begitu juga selama ini perlu dievaluasi sejauh mana DOKA itu bisa dirasakan manfaatnya oleh korban konflik, kombatan GAM dan anak syuhada. Ini yang harus diprioritaskan karena mereka adalah pelaku sejarah. Jangan lagi muncul embrio-ombrio konflik baru ke depan. Mari kita bicarakan soal kedaulatan Aceh dalam bingkai NKRI, kewenangan konsitusional yang dimiliki rakyat Aceh melalui UUPA agar dirasakan manfaatnya secara utuh,” pungkasnya. [Parlementaria]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Gerebek Lapak Judi di Aceh Tamiang, Satu Pelaku Kabur

KUALA SIMPANG | Petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang menggerebek lapak judi domino di Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang. Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya...

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020) dini hari. "Benar, kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam...

Setubuhi Anak Tirinya, Pria Ini Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Bejat! Begitu kata yang pantas disematkan kepada seorang ayah berinisial AS (35). Pria asal kota Banda Aceh tega menyetubuhi...

BERITA TERKAIT

Gerebek Lapak Judi di Aceh Tamiang, Satu Pelaku Kabur

KUALA SIMPANG | Petugas Satpol PP/WH Aceh Tamiang menggerebek lapak judi domino di Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang. Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya...

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020) dini hari. "Benar, kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam...

Setubuhi Anak Tirinya, Pria Ini Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Bejat! Begitu kata yang pantas disematkan kepada seorang ayah berinisial AS (35). Pria asal kota Banda Aceh tega menyetubuhi...