Razia di Cafe dan Hotel di Banda Aceh, Petugas Gerebek Pesta Miras hingga Wanita Bersuami Ketahuan Mesum

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Petugas gabungan kembali menggelar razia penegakan Syariat Islam di kota Banda Aceh, Jumat (20/8/2021) malam. Kali ini, razia menyasar cafe-cafe dan sejumlah hotel yang diduga kerap diduga adanya pelanggaran syariat.
Dalam razia itu, petugas Satpol PP dan WH Aceh dibantu aparat TNI/Polri menggeberek dua hotel di wilayah kota Banda Aceh. Pasalnya, kedua hotel ini disinyalir kerap menyediakan tempat penginapan bagi pasangan non-muhrim.
Dalam razia itu, petugas mengamankan tiga pasangan non muhrim yang ketahuan menginap bersama dalam satu kamar. Selanjutnya, petugas juga turut mengamankan dua pasangan non muhrim yang menginap dalam satu kamar hotel di kawasan Peunayong.
Adapun ketiga pasangan yang berhasi diamankan, yakni berinisial A (21), warga Beureunuen, Pidie dan pasangannya C (23) warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Selanjutnya, dua pasangan lainnya adalah berinisial A (23) dan pasangan W (27). Keduanya tercatat sebagai warga di salah satu Kabupaten Pidie.
“W adalah perempuan yang masih memiliki suami sah. Kedua pasangan ini kabarnya sengaja berangkat ke Banda Aceh untuk menginap di salah satu hotel bintang 3 tersebut,” kata Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Ardiansyah kepada AcehJurnal.com via telepon seluler, Sabtu (21/8/2021).
Sementara pasangan A dan C diketahui baru saja berkenalan via medsos. Berdasarkan pengakuan A, ia sengaja memesan C untuk diajak berkencan “cinta satu malam” di hotel tersebut.
Selain itu, petugas juga mendapati satu pasangan non muhrim yang tidur sekamar di salah satu hotel kawasan Lampriet, Banda Aceh. Kedua pasangan ini tercatat sebagai warga Banda Aceh. Saat digerebek, kedua pasangan ini masih berpakaian utuh.
Selanjutnya, petugas juga mendapati tiga wanita yang menginap seorang diri di masing-masing kamar. Mereka berasal dari Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Sabang.
“Kita masih memintai keterangan ketiganya alasan menginap seorang diri di masing-masing kamar,” ujar Ardiansyah.
Selanjutnya, petugas menyasar salah satu cafe di kawasan Kuala Cangkoi, Gampong Blang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Menurut laporan warga, cafe remang-remang itu kerap melanggar peraturan syariat Islam dan meresahkan warga.
“Atas laporan itulah, kita bergerak dan melakukan penyelidikan di cafe tersebut,” ujarnya lagi.
Saat digerebek, petugas menemukan 10 botol minuman berakohol sebagai barang bukti. Minuman dengan berbagai merek itu diketahui sudah kosong. Dalam razia itu, petugas turut mengamankan sebanyak 10 orang yang ketahuan sedang pesta miras sambil karokean.
“Mereka semuanya sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Jika cage ini terbukti ikut memfasilitasi hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, maka akan kita segel,” pungkasnya. [
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT