Proyek Jalan Tol Padang Tiji Diselimuti Masalah, Warga Protes Tanah Dihargai Tak Sesuai Prosedur

Sigli | AcehJurnal.com – Masalah pembebasan lahan masih menyelimuti proyek pembangunan jalan tol Padang Tiji hingga sekarang. Masalah pembabasan lahan itu muncul lantaran pemilik tanah yang terdampak di sejumlah desa di Kecamatan Padang Tiji menolak uang ganti rugi yang ditawarkan. Ini dikarenakan uang ganti rugi yang dibayarkan kepada warga tidak sesuai prosedur.
Salah satu pemilik tanah, Bisuldy mengatakan, pengadaan tanah jalan tol di Padang Tiji diduga terindikasi cacat prosedur dan berbau praktik mafia tanah. Ia mencontohkan, harga ganti rugi tanah di jalan nasional Banda Aceh – Medan hanya Rp 415 ribu per meter. Harga itu sudah termasuk kategori sudah tanah yang sudah ditimbun.
“Padahal harga pasaran tidak segitu. Malahan harga tanah di jalan Banda Aceh – Medan ini minimal Rp 500 ribu per meter dengan kondisi belum ditimbun,” kata Bisuldy kepada AcehJurnal.com via telepon seluler, Kamis (12/8/2021).
Bisuldy menjelaskan, Kejanggalan lainnya banyak lahan warga yang berada di wilayah pedalaman dibayar mahal. Malahan ada lahan warga yang terkena pembebasan lahan tidak dibayar. Sebaliknya, ada lahan warga yang tidak terkena pembebasan lahan malahan dibayar. Menurutnya, proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh di 15 desa di Kecamatan Padang Tiji patut diduga cacat prosedur.
Advertisement

Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Mewakili warga setempat, Bisuldy meminta DPRA agar mendesak Pemerintah Aceh segera menerbitkan penetapan lokasi pengadaan tanah yang baru. Sehingga pihak panitia akan melakukan pengadaan tanah ulang yang diduga manipulatif.
“Kami minta agar Gubernur Aceh segera menerbitkan penetapan lokasi pengadaan tanah baru ini. Agar masyarakat mendapatkan ganti kerugian yang harganya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Begitu juga kepada pihak kepolisian dalam hal ini Satgas Mafia Tanah di Mapolda Aceh agar segera mengusut dugaan praktik mafia tanah dalam proses pengadaan jalan tol ini,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT