Acehjurnal.com – Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND, Haris, bersama jajaran manajemen melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, guna memperkuat kerja sama strategis dalam mendukung program pemerintah daerah.
Pertemuan ini menghasilkan sinergi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat layanan publik, memperluas akses ekonomi rakyat, dan mendorong inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Aceh menekankan pentingnya mempertahankan PosIND sebagai institusi strategis negara dengan sejarah panjang, namun juga menuntutnya untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Dalam pemerintahan saat ini, baik pemerintah daerah maupun BUMN didorong untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat lebih luas serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dari tingkat bawah.
Salah satu agenda pembahasan adalah program Dapur MBG. PosIND dan Pemprov Aceh menyepakati komitmen kerja sama dalam mendukung keberlanjutan program tersebut, khususnya dalam aspek pembiayaan dan pemanfaatan aset.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PosIND, Haris, Senin (15/9/2025).
Selain itu, dibahas pula rencana pembukaan Kantor Penghubung Pemprov Aceh di Malaysia. Dengan jumlah warga Aceh yang besar di Malaysia, kebutuhan terhadap layanan keuangan dan logistik sangat mendesak.
PosIND siap mengambil peran strategis di kantor penghubung tersebut, khususnya dalam menyediakan layanan remitansi dan logistik lintas negara untuk masyarakat Aceh di perantauan.
“Sinergi ini adalah langkah nyata menghadirkan solusi bagi rakyat. Mulai dari dukungan terhadap Dapur MBG hingga rencana layanan bagi masyarakat Aceh di luar negeri, semua diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat,” ujar Haris.
Dengan terjalinnya sinergi ini, PosIND semakin meneguhkan perannya sebagai mitra strategis rakyat dalam menghadirkan layanan publik yang solutif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan inklusif hingga ke pelosok negeri dan diaspora Indonesia di luar negeri.
Sumber: Warta Ekonomi



