Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pj Gubernur Aceh Ahmad Marzuki menegaskan ulama dan umara (pemerintah) tidak bisa dipisahkan. Sebaliknya, keduanya harus terus bersinergi membangun Aceh menuju arah yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Pj Gubernur Ahmad Marzuki saat menghadiri acara Silaturrahmi Ulama Dengan Umara Tahun 2022 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Jumat (2/12) malam.
Di hadapan para ulama dayah yang hadir, Pj Gubernur menyebutkan bahwa Aceh telah membuktikan peran para ulama dalam perjalanan sejarahnya dari dulu hingga saat ini.
Untuk itu Pj Gubernur berharap para ulama dayah Aceh untuk terus mengambil peran dan berkiprah secara maksimal demi kemajuan pembangunan Aceh di segala bidang.
“Saya akan mendukung penuh kegiatan seperti ini. Tidak ada yang boleh memisahkan ulama dengan umara,” kata Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.
Hadir dalam silaturahmi itu Ketua dan Pengurus Himpunan Ulama Dayah Aceh Tgk Muhammad Yusuf A Wahab , Ketua dan pengurus MPU Aceh, Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri, Kepala Biro Umum Setda Aceh Adi Darma ST serta para tamu undangan lainnya.
Ahmad Marzuki dalam silaturahmi itu juga mengatakan pentingnya sinergitas antara ulama dan umara dalam mengatasi berbagai persoalan kekinian di tengah masyarakat, seperti terkait pemberantasan polio.
“Bagaimana kita bisa mencegah kesulitan-kesulitan yang dihadapi masyarakat, seperti polio. Ke depan perlu kita rumuskan, melalui MPU, melalui khatib-khatib,” kata Achmad Marzuki.
Lebih lanjut Ahmad Marzuki berharap, di masa kepemimpinannya sebagai Penjabat Gubernur Aceh, ia dapat bekerja bersama ulama untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Aceh.
Sementara itu Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri dalam laporan nya mengatakan pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Pemerintah Aceh dengan Ulama dayah dalam menyikapi permasalahan yang terjadi demi kemaslahatan ummat.
Di samping itu pula, kalangan dayah diminta untuk menyerukan kepada masyarakat di dalam dakwahnya agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat supaya terhindar dari ancaman penyakit.
Kita juga inginkan pola hidup sehat ini diterapkan pada dayah-dayah di Aceh dengan harapan kita nantinya melahirkan kader-kader ulama muda yang cerdas, berkompeten dan memiliki badan yang sehat.
Hal ini penting kita laksanakan karena banyak penyakit yang ditimbulkan karena kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Saat ini di Aceh, banyak ditemukan kasus stunting, Polio, Difteri dan berbagai penyakit lainnya.
Oleh karena itu, kita sangat mengharapkan peran aktif dari para Ulama pimpinan dayah untuk bekerjasama dan membantu Pemerintah Aceh untuk dapat menyampaikan dakwah tentang pentingnya pola hidup sehat, pungkasnya. []



