Peringati Perdamaian Aceh, Kodam IM Undang Wali Nanggroe dan Mualem

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Hasanuddin beraudiensi dengan sejumlah Pemerintah Aceh dan elit GAM dalam rangka peringatan 15 tahun perjanjian damai MoU Helsinki. Acara yang dihelatkan di Gedung Balai Teuku Umar Makodam IM, Banda Aceh pada Jumat (14/8) bertema “Aceh Damai, Bangkit dan Maju”.

Adapun sejumlah tamu yang hadir, diantaranya Staf Ahli Gubernur bidang pemerintahan, Hukum dan Politik, Kamaruddin Andalah, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs Wahyu Widada. Sementara dari elit GAM yang ikut hadir, diantaranya Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, Ketua KPA/PA, Muzakir Manaf alias Mualem.

Dalam rapat virtual ini, turut hadir mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla sebagai pembicara utama. Pangdam IM, Mayjen TNI Hasanuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa, rakyat Aceh pernah mengalami masa konflik sehingga mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi masyarakat Aceh. Namun sejak perdamaian diteken 15 tahun lalu, kondisi masyarakat Aceh kian membaik.

“Kini perdamaian Aceh telah terwujud meskipun ditebus dengan hilangnya ribuan nyawa putera puteri terbaik kita serta korban jiwa masyarakat sipil yang berada di tengah-tengah konflik. Selain itu ratusan ribu jiwa akibat bencana gempa bumi dan tsunami serta harta benda yang tidak terhitung jumlahnya. Dengan demikian, perdamaian Aceh ini adalah sangat mahal,” kata Pangdam.

Pandam menceritakan, pada masa lalu telah terjadi kesalahpahaman kebijakan pada aspek sosial dan ekonomi, yang menyebabkan terjadinya sejarah kelam di wilayah Aceh. Sejak masa reformasi, Pemerintah RI telah berusaha beberapa kali membangun dialog dan perundingan, namun belum mencapai kesepakatan yang permanen.

Ujian terakhir menuju perdamaian Aceh adalah bencana nasional skala besar berupa gempa bumi dan Tsunami tahun 2004 yang selanjutnya menyadarkan kita, untuk menyatukan doa dan ikhtiar semua anak bangsa, untuk menyelesaikan ujian bangsa tersebut yang akhirnya melahirkan perundingan damai melalui kesepakatan MoU Helsinki tahun 2005.

Sementara itu, Wali Nanggroe mengatakan forum aspirasi ini sangat bermanfaat karena bisa saling memahami terkait kendala dan hambatan yang ada dalam merajut perdamaian Aceh yang telah terjalin saat ini.

“Saya bersama semua yang hadir disini telah berupaya menjaga perdamaian Aceh ini sampai berlangsung selama 15 tahun sudah, dimana dalam masa itu banyak sekali tantangan yang kami hadapi, baik tantangan internal maupun external. Namun komitmen kami untuk berdamai dan dengan memegang teguh pada komitmen MoU Helsinki bahwa Aceh dalam bingkai NKRI,” ujar Malik Mahmud.

Kemudian tokoh perdamaian, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan bila Aceh bukanlah hanya bagian dari suatu provinsi, tetapi Aceh merupakan suatu modal bangsa untuk memajukan NKRI kedepan nya.

Kata JK, Aceh mempunyai kekayaan dan harus tetap dikelola dengan baik.

“Pemerintah selalu memberi banyak peluang untuk membangun provinsi Aceh, maka dari itu saya sampaikan kepada panglima Kodam IM, Gubernur, Kapolda dan anggota DPR ini adalah tugas keseluruhan untuk membangun Aceh. Kita tentu harus melakukan yg terbaik, dan saya yakin pemerintah saat ini juga akan memberikan yang terbaik,” ujar JK.

Sebelum mengakhiri acara, Pangdam IM berpesan “Janganlah menjadi orang yang merugi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Mari kita bersinergi membangun Aceh yang damai, bangkit dan maju”.

“Kami akan lanjutkan semangat tanah para aulia, tanah para syuhada dan tanah para pahlawan Bangsa melalui semangat kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kearifan semboyan, seperti slogan Kodam Iskandar Muda, Sanggamara: Udep Saree – Mate Syahid,” pintanya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

BERITA TERKAIT

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...