Acehjurnal.com – Pemerintah Provinsi Aceh secara resmi meluncurkan program “Aceh Perkusi” sebagai upaya pelestarian alat musik tradisional. Program ini bertujuan untuk menjaga warisan budaya lokal dari kepunahan.
Gubernur Aceh menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi identitas budaya daerah. “Kita harus memastikan alat musik tradisional tidak tergantikan oleh modernisasi,” ujarnya.
Program Aceh Perkusi akan fokus pada pendokumentasian, pelatihan, dan pengenalan alat musik tradisional kepada generasi muda. Sejumlah sanggar seni dan komunitas budaya telah dilibatkan dalam implementasi program ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menjelaskan bahwa pihaknya akan mengadakan workshop reguler di seluruh kabupaten/kota. “Kami ingin menciptakan regenerasi pemain alat musik tradisional,” jelasnya.
Para seniman lokal menyambut positif inisiatif pemerintah ini. Seorang maestro rapai mengungkapkan, “Ini adalah kabar gembira bagi pelestarian budaya Aceh.”
Program ini juga akan mengintegrasikan pembelajaran alat musik tradisional ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak muda terhadap budaya sendiri.
Pemprov Aceh mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan dan reproduksi alat musik tradisional. Beberapa alat musik langka akan diduplikasi untuk keperluan pelatihan dan pertunjukan.
Aceh Perkusi akan menjadi agenda tahunan yang melibatkan seluruh kabupaten/kota. Event ini diharapkan dapat menjadi wahana apresiasi dan pengembangan talenta muda di bidang musik tradisional.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mendaftarkan sanggar atau komunitasnya melalui dinas terkait. Pendaftaran dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
Program ini merupakan kelanjutan dari upaya Pemprov Aceh dalam mendaftarkan berbagai warisan budaya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya, beberapa tarian dan ritual tradisional telah berhasil mendapatkan pengakuan nasional.
Dengan diluncurkannya Aceh Perkusi, diharapkan dapat memicu gelombang baru dalam pelestarian budaya Aceh. Masyarakat diajak untuk turut serta menjaga warisan leluhur ini.
Sumber: ANTARA



