Acehjurnal.com – Pemerintah Aceh menerima kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi, dalam Rapat Koordinasi bersama di Kantor Gubernur Aceh pada Jumat, 7 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ruang Bersama Indonesia yang diinisiasi Kementerian PPPA, dengan tujuan menciptakan ruang kolaboratif di berbagai tingkatan untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak.
Dari pihak Pemerintah Aceh hadir Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Syakir, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Meutia Juliana, jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta sejumlah utusan dari kabupaten dan kota.
Sementara dari Kementerian PPPA turut hadir Deputi Pemenuhan Hak Anak Pribudiarta Nur Sitepu dan Staf Khusus Menteri PPPA Ariza Agustina.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Syakir, Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya penguatan perlindungan perempuan dan anak di daerah. “Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam membangun Aceh yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi semua,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan peran strategis perempuan dalam budaya Aceh. “Perempuan dalam budaya Aceh adalah pilar pembentuk karakter masyarakat dan bangsa,” tegas Gubernur melalui sambutan yang dibacakan Syakir.
Program Ruang Bersama Indonesia dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai musyawarah dan solidaritas. Melalui koordinasi ini, Pemerintah Aceh berharap penguatan kelembagaan dan layanan bagi perempuan dan anak dapat semakin efektif hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Pemerintah Aceh terus memperkuat layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPPA, menyediakan pendampingan bagi korban kekerasan, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan memiliki perspektif gender dan berpihak pada pemenuhan hak anak.
“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama — pemerintah, aparat hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga,” tegas Gubernur dalam sambutan tersebut.
Di sisi lain, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menjawab berbagai tantangan dalam perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas berbagai langkah yang telah dilakukan.
“Kami apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas berbagai upaya yang dilakukan selama ini dalam meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak, demikian juga kepada pemerintah kabupaten dan kota di Aceh,” ujar Menteri Arifah.
Menteri turut memaparkan sejumlah capaian penting terkait pembangunan pemberdayaan dan perlindungan anak di Aceh serta memberikan masukan terkait sejumlah hal yang dinilai masih belum maksimal.
Sumber: Pemerintah Aceh Terima Kunjungan Menteri PPPA, Bahas Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak



