Pemerintah Aceh Fasilitasi Bathsul Masail Ulama Dayah

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh memfasilitasi terselenggaranya acara forum Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 12 sampai 15 Maret 2021 digelar Hotel Mekkah Banda Aceh. Forum Mubahasah Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh Bidang Fiqih ini mengangkat tema, ‘Sanksi Adat dan Penghakiman Massa Terhadap Pelanggaran Syariat Islam di Aceh Menurut Perspektif Fiqh”. Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 orang peserta dari dayah di 23 Kabupatan dan Kota se-Aceh.

Gubernur Aceh melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumberdaya manusia dan Hubungan Kerjasama, Bukhari mengatakan, ulama berperan penting dalam memberikan tuntunan dan bimbingan guna menyelesaikan konflik serta problematika sosial yang berkembang dalam masyarakat.

“Bathsul Massail yang akan dibahas nantinya akan menjadi barometer betapa permasalahan baru terus terjadi seiring dengan semakin berkembangnya kehidupan zaman,” ujar Bukhar.

Menurutnya, Islam merupakan agama yang universal dan sangat responsif terhadap perkembangan dan perbedaan yang muncul. Kegiatan Bahtsul Masail adalah momentum yang tepat dalam mengelola perbedaan selain juga dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang Fiqh. Pemerintah Aceh sangat mendukung segala kegiatan keagamaan seperti Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh ini. Kegiatan ini sesuai dengan visi Pemerintah Aceh yaitu menciptakan generasi aceh yang Meudab.

Bukhari menambahkan para Ulama Dayah banyak berperan dalam implementasi syariat Islam di Aceh. Maka saya mewakili Pemerintah Aceh menyampaikan rasa terimakasih atas kontribusi positif tersebut, tutup Bukhari.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri saat menyampaikan sambutan m

Advertisement

engatakan bahwa Bathsul Masail merupakan sebuah forum tukar pendapat antara ulama-ulama di dayah yang menghasilkan sebuah keputusan dan kemudian menjadi rujukan bersama. Menurutnya, Bahtsul Masail merupakan tradisi dari para Ulama Dayah Aceh.

“Tradisi ini akan terus kita rawat bersama sebagai wadah untuk mencari solusi atas persoalan hukum baru yang terjadi di tengah Ummat. Dinas Pendidikan Dayah Aceh siap membantu dan memfasilitasi tradisi ulama dayah ini,” kata Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri.

Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan Dayah Aceh Mursal  menjelaskan ada beberapa materi yang akan di bahas dalam forum Bathsul Masail kali ini, diantaranya, Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Forum Mubahasah Bahtsul Masail Ulama Dayah Aceh disampaikan oleh Dr. M. Jafar, SH, M.Hum yang juga Asisten 1 Sekda Aceh.

Kemudian “Sanksi Adat dan Penghakiman Massa Akibat Lemahnya Penegakan Hukum” oleh Tgk. H. Muhammad Amin Daud Pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif, kemudian “Kewenangan Rakyat dalam Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Batasannya” yang disampaikan oleh Tgk. Abu Yazid Al-Yusufi, kemudian “Kewenangan Penegakan Hukum Menurut Fiqih Siyasah” yang disampaikan oleh Tgk. Erwinsyah.

Berikutnya “Legalitas Adat sebagai Dasar Hukum dan Batasnya Menurut Fiqih” yang disampaikan oleh Dr Tgk Helmi Imran MA yang juga Dewan Guru di Dayah MUDI Mesra Samalanga, terakhir materi tentang “Kedudukan Hukum Adat Menurut Perundang-undangan dan Batasan Penerapannya” yang disampaikan oleh Dr. Tgk. Amrizal J. Prang, SH, LLM yang juga Kepala Biro Hukum Setda Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT