Pasok Sabu dari Aceh, Pasutri Ditangkap Polda NTB

MATARAM-Tim Ditresnarkoba Polda NTB menangkap pasangan suami istri (Pasutri) berinisial MW alias Pak Guru, 45 tahun, dan NW alias Idah, 40 tahun, di Aikmel, Lombok Timur, Sabtu (12/3) malam. Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, penangkapan pasutri tersebut berawal dari pengungkapan penyelundupan sabu asal Aceh, Kamis (10/3) lalu.

Dari penyelundupan tersebut polisi menangkap empat orang. Masing-masing berinisial IH alias Long, FH alias Hadi, MS alias Adi, dan satu perempuan berinisial IA alias Niken. Mereka dicokok saat turun dari kapal fery di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar).

“Mereka ini merupakan suruhan dari pak guru dan istrinya,” kata Helmi, kemarin (13/3).

Empat orang tersebut membawa sabu terbang dari Aceh, transit di Jakarta dan turun di Bali. Dari Bali mereka menggunakan transportasi darat.

“Mereka kemudian menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai,” jelasnya.

Para pelaku menyelundupkan sabu dengan sistem roket. Dimama sabu disembunyikan di dalam dubur. “Saat mereka singgah di Bali sempat dikeluarkan. Saat perjalanan dari Bali dimasukkan lagi ke dalam dubur,” kata Helmi.

Saat ditangkap, mereka sempat menyangkal bahwa mereka tidak membawa sabu. Namun, polisi yang sudah mencurigai gerak-geriknya semakin yakin mereka menyimpan sabu di dalam dubur. “Kami lakukan rontgen di rumah sakit untuk memastikan apakah ada benda mencurigakan di duburnya,” katanya.

Hasil foto rontgen memperlihatkan ada benda seperti bundelan di bawah perutnya. Setelah dikeluarkan ternyata berisi sabu. “Masing-masing mereka membawa sabu dengan berat berbeda,” beber Helmi.

Long dan Niken masing-masing membawa satu poket sabu yang dibungkus dengan lakban hitam. Sedangkan Hadi dan Adi masing-masing membawa dua poket sabu. “Semua dimasukkan dalam dubur. Total beratnya 600 gram,” jelasnya.

Dari penggeledahan terhadap empat orang tersebut polisi menyita sejumlah kartu ATM, buku tabungan, dan alat komunikasinya. Dari pemeriksaan alat komunikasinya polisi melakukan pengembangan.

“Dari percakapan dan keterangan mereka yang kita tangkap muncul nama pak guru dan istrinya,” kata Helmi.

Polisi langsung memburu pak guru dan istrinya di wilayah Aikmel, Lotim. Dua hari polisi menyanggongi rumahnya. Saat pasutri itu lengah, polisi langsung melakukan penggerebekan.

Sebelum melakukan penggeledahan polisi berkoordinasi dengan aparat lingkungan setempat. “Saat geledah kami tidak menemukan barang bukti sabu,” kata dia.

Polisi hanya menemukan lima buah buku tabungan serta tiga unit handphone.

“Kami masih kembangkan kasus ini,” ujarnya. [LOMBOKPOST]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT