Pakar Ekonomi Syariah Tanggapi Polemik Qanun Lembaga Keuangan Syariah Aceh

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Doni Monardo : Presiden Tugaskan Saya Bantu Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 melalui...

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

BANDA ACEH || ACEHJURNAL.COM Pakar Ekonomi Syariah, Dr. Hafas Furqani menanggapi polemik penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh yang dianggap menghambat masyarakat khususnya pelaku dunia usaha. Qanun LKS menurut Hafas menghambat pelaku dunia usaha dari terjerumus dalam transaksi ribawi (11/8).

“Qanun LKS menyelamatkan pelaku usaha, juga putra-putri Aceh yang menjadi pegawai di bank konvensional…dan pemerintah telah berperan sebagai ulil amri yang memiliki otoritas, karena sudah melarang masyarakat dari melakukan aktivitas ribawi dalam perbankan konvensional.” ujar Doktor Ekonomi Syariah lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) itu.

Bagi Hafas, kekhawatiran pelaku dunia usaha yang terbiasa menikmati kemudahan fasilitas produk layanan perbankan berupa kredit di bank konvensional, juga turut disediakan dalam produk layanan bank syariah.

Hafas menjelaskan, “qanun LKS membuka kesempatan untuk bertransaksi keuangan tanpa riba melalui perbankan syariah. Segala transaksi dan produk keuangan konvensional ada padanannya pada perbankan syariah. Fasilitas yang ada pada perbankan syariah juga sebanding dengan konvensional.”

Ia memberi contoh, “BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri tercatat sebagai bank Buku III, yang berarti bank yang memiliki modal besar dan bisa melayani transaski valas dan pemberian jasa layanan LC. Perbankan syariah tidak menghambat kemajuan ekonomi karena semua transaksi dan jasa keuangan bisa dilaksanakan dengan efisien bahkan patuh kepada hukum syariat.”

Menjawab Keraguan Pengusaha

Acehjurnal.com terhubung dengan narasumber yang juga salah satu pelaku dunia usaha (tidak ingin disebutkan namanya). Baginya sistem syariah dianggap masih beroperasi selayaknya bank konvensional. “Untung tidak untung, nasabah harus tetap ‘bagi hasil’, Ia berharap agar sistem syariah harus benar-benar syariah.

Terkait asumsi tersebut, Hafas meluruskan, bahwa bank syariah dikembangkan dengan tetap mempertahankan segala layanan yang ada pada konvensional seperti tabungan, pinjaman/pembiayaan dan jasa lainnya. Karena itu ada persamaan dalam produknya.

Tetapi ada perberbedaanya karena produk bank syariah dikembangkan dengan mengikuti aturan dan ketentuan hukum akad-akad syariah untuk menghilangkan riba dan aspek terlarang lainnya yang ada dalam produk bank konvensional.

“Di awal perkembangannya memang terlihat bank syariah hampir sama dengan bank konvensional. Tetapi Bank syariah terus berkembang mencari bentuknya tersendiri yang berbeda dengan konvensional. Seringkali masyarakat salah faham kepada bank syariah sehingga gagal melihat perbedaan-perbedaan tersebut,” jelas Hafas.

Bagi Hafas, pemahaman masyarakat yang belum konkrit terkait ekonomi syariah dan keuangan syariah ini perlu dicerahkan dengan edukasi dan sosialiasi dari berbagai kalangan, baikpara ulama dan praktisi perbankan syariah.

Wapres Berharap Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah

Di saat polemik penerapan ekonomi syariah di Aceh, sementara di Jakarta, Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin justru ingin memaksimalkan potensi ekonomi syariah.

“Kita ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia, sekarang yg paling tinggi sukuknya di dunia itu Indonesia, sudah melewati Uni Emirat Arab dan Malaysia. Dari segi kelembagaan bisa dilihat kita sudah berkembang pesat jadi ekonomi syariah sudah menjadi sistem nasional dan berkembang,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Okezone, Kamis (6/8/2020).

Wapres juga menawarkan salah satu solusi Indonesia untuk meghindari jurang resesi dengan melakukan pendekatan kebijakan melalui basis perbankan syariah. Langkah yang dituju adalah merger bank-bank syariah agar Indonesia memiliki bank syariah yang cukup besar di skala internasional.

“Merger ini sudah jadi gagasan karena kita belum punya bank syariah yang masuk 20 besar dunia. Oleh karena itu, bank syariah hasil merger bisa berperan untuk kepentingan dalam negeri dan luar negeri. Bank syariah yang besar bisa lebih melayani proyek-proyek besar atau kegiatan ekonomi yang lebih besar supaya lebih cepat dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ujar Ma’ruf dilansir liputan6.

Senada dengan visi besar Wapres terkait ekonomi syariah, Hafas berharap agar Aceh harus ambil peran menjadi juara dalam ekonomi syariah.

“Ini peluang besar mendaulatkan Aceh sebagai kiblat ekonomi Syariah. Mulai dari keuangan syariah, pariwisata syariah, produk halal, rumah sakit syariah dan lain-lain. Kadin konvensional gagal melihat peluang ini. Karena itu perlu kita bentuk Kadin Syariah,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...

Related Articles

Polisi Musnahkan 10 Hektare Ganja di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 10 hektare ladang ganja di kawasan Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar,...

Puluhan Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM – Angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Aceh Tenggara, Minggu sore (27/9), pukul 17.00 WIB, merusak puluhan rumah warga, menumpangkan...

Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara...