Padebooks dan Aceh Institute bahas Urgensi Pengendalian Rokok

Acehjurnal | Banda Aceh – Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dan Hari Lingkungan Hidup, Padebooks bekerja sama dengan The Aceh Institute menggelar diskusi online bersama elemen aktivis kesehatan dan masyarakat sipil. Diskusi ini dilaksanakan secara online dengan menghadirkan Heru Syahputra selaku Project Manager Tobacco Control The Aceh Institute; dr. M. Iqbal Amin Sp. JP-FIHA, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah; Agam Khairul Fajry, Duta Wisata Aceh, dan dimoderatori oleh Faradita.

Pandangan awal disampaikan oleh Agam bahwa penting untuk menciptakan sektor pariwisata budaya, sejarah, bahari apalagi Aceh merupakan destinasi wisata halal yang ramah lingkungan dan bebas asap rokok.

Meskipun, “meminta orang untuk berhenti merokok sama hal seperti merubah tabiat makan nasi” ungkapnya pesimis.

Sementara itu dr. Iqbal menanggapi bahwa tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Menurutnya sudah jelas bahwa rokok mengandung berbagai zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Di akhir diskusi, Heru Syahputra menyampaikan bahwa diperlukan peran aktif gerakan sipil dan masyarakat untuk mensosialisasikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tujuannya untuk membatasi ruang bagi para perokok.

“Karena hal ini penting bagi masa depan anak-anak kita dan generasi ke depan” tutupnya.[]

Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT