Peras Kepala Desa, Dua Oknum Wartawan Abal-Abal Dibekuk Polres Subulussalam

Subulussalam | AcehJurnal.com – Kasus pemerasan kembali terjadi. Kali ini, sasarannya mengarah kepada perangkat desa di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Mirisnya lagi, pelaku pemerasan ini mengaku-ngaku sebagai wartawan. Kedua pelaku berinisial SP dan PS, warga Kecamatan Simpang Kiri, kota Subulussalam.

Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono mengatakan, kedua pelaku ditangkap pada Rabu (6/1) sekira pukul 21.00 WIB.

“Motif kedua pelaku menakuti-nakuti salah satu kepala desa dan sekaligus memerasnya,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono kepada AcehJurnal.com via telepon seluler, Jumat (8/1/2021) malam.

Menurutnya, kedua pelaku yang mengaku sebagai oknum wartawan tersebut akan membocorkan kepada publik perihal identitas korban. Kedua pelaku mengancam akan membeberkan informasi ke media terkait ijazah palsu yang dimiliki oleh salah satu kepala desa tersebut. Untuk menakuti-nakuti korban, kedua pelaku meminta uang sebesar Rp 50 juta agar dugaan ijazah palsu yang dimiliki kepala desa tersebut tidak bocor ke publik.

“Setelah tawar menawar, korban akhirnya sepakat menyerahkan uang sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut akan diserahkan korban dalam selembar amplop berwarna putih,” katanya lagi.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Subulussalam untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijerat pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. []

Laporan : Anton Sinabang.

Advertisement

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT