Menanti Dahlan Kibarkan Bintang Bulan Pada 15 Agustus 2021, Mungkinkah?

Banda Aceh | AcehJurnal.com –  Tanggal 15 Agustus menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Aceh. Perjuangan panjang menyelesaikan konflik antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) selama 30 tahun lebih berbuah hasil perdamaian pada 15 Agustus 2005.
Penetapan hari damai Aceh itu tertuang dalam Pergub Nomor 21 Tahun 2014 tentang Hari Damai Aceh. Pada pasal 5 menyebutkan bahwa peringatan hari damai Aceh dilaksanakan setiap tanggal 15 Agustus pada hari kerja setiap tahunnya dengan dipusatkan pada ibu kota Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Peringatan hari perdamaian Aceh kini sudah diambang pintu. Tinggal menghitung jari saja. Soal realisasi perdamaian pun menuai banyak pernyataan dari publik, baik pro dan kontra. Salah satunya status berkibarnya bendera Bintang Bulan yang hingga kini belum ada kejelasan.
Pada awal Desember 2020 lalu, Ketua DPR Aceh, Dahlan Djamaluddin mengatakan, DPRA akan berupaya agar bendera Bintang Bulan yang sudah ditetapkan menjadi bendera Aceh dapat berkibar di Aceh pada 15 Agustus 2021 mendatang. Hal ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara Jakarta – Aceh.
“Segenap anggota DPRA berkomitmen untuk mengupayakan perwujudan Qanun Bendera Aceh, serta Himne. Kami akan upayakan pada 15 Agustus 2021 mendatang, Bendera Bintang Bulan dapat dikibarkan di seluruh Aceh,” kata Ketua DPRA, Dahlan Djamaluddin mengutip keterangan Serambi Indonesia pada 6 Desember 2020 lalu.
Advertisement

Redaksi AcehJurnal.com kemudian mencoba mengkonfirmasi via pesan Whatapps pribadi politikus Partai Aceh Dapil Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, namun belum direspon. Meski pesan di Whatapps miliknya sudah bertatus centang dua, Dahlan masih belum merespon. Maklumlah, usai dirinya dilantik sebagai Ketua DPRA, Dahlan mengaku selalu dalam keadaan sibuk mengurusi segala permasalahan yang pro rakyat. Katanya sih begitu.
Yang menjadi pertanyaan publik saat ini adalah, mampukah Dahlan menunaikan janji yang sempat dikatakannya pada publik? Artinya, dirinya akan bersikap legowo bahwa pernyatannya itu hanyalah bualan saja? Ia kembali menebar pesona walaupun terdengar sudah basi, yakni berusaha meyakinkan publik jika selama ini masih belum mendapat restu dari pemerintah pusat. Atau malah sebaliknya. Dirinya memilih bungkam dan buang badan dari pernyataannya yang dianggap sebagai pepesan kosong. Padahal masyarakat masih sedang menunggu sejauhmana hasil perkembangan soal bendera dan lambang Aceh. Sehingga isu bendera dan lambang Aceh tidak dimanfaatkan oleh sejumlah pihak pada momen pesta demokrasi.Entahlah. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT