Melirik Bisnis Madu Kelulut Aceh

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Bertindak Asusila, Pekerja Terapis Dibekuk Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - MZ (22) terpaksa meringkuk sel tahanan Mapolsek Kuta Alam, Banda Aceh. Pria asal Bireuen ini dilaporkan atas kasus pelecehan...

Air Asia, Kolapsnya Industri Penerbangan dan Masa Depan Pariwisata Paska Pandemi

Oleh: Jabal Ali Husin Sab* Sektor industri yang paling berdampak dari pandemi covid-19 adalah industri penerbangan. Industri penerbangan mengalami revolusi besar sejak 2000'an dengan hadirnya...

Peureulak|ACEHJURNAL.COM Pasar bisnis madu di Indonesia akhir-akhir ini tumbuh berkembang dengan pesat. Hal ini disebabkan tingginya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat secara alami.

Bagi masyarakat muslim, mengonsumsi madu adalah sunnah Nabi yang telah dipraktekkan dalam komunitas Muslim selama satu millenial. Secara medis, madu juga dikenal kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh serta baik untuk kesehatan.

Pasar madu premium di Indonesia turut diramaikan produk-produk impor. Mulai dari Eropa hingga Timur Tengah.

Madu Kelulut Aceh
Selain juga menjamurnya madu-madu lokal di pasaran, madu kelulut kini juga turut ramai dipasarkan secara online. Di Aceh dikenal dengan nama madu linot. Madu kelulut juga dikenal dengan nama stingless bee honey yang dihasilkan dari lebah Trigona sp.

Madu kelulut mengandung beberapa jenis vitamin, mineral dan enzim. Selain itu, madu ini dipercaya memiliki khasiat yang tinggi bagi kesehatan, antara lain: meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stroke, memperkuat fungsi otak dan jantung serta meningkatkan kecerdasan anak.

Di Aceh, salah satu pengusaha madu kelulut yang berdomisili di Peureulak, Aceh Timur menjualnya dalam produk terkemas rapi dengan nama dagang Bulbee.

“Awalnya tahunya dari Malaysia. Lalu kita adopsi untuk coba kita kembangkan di Aceh,” ujar Abul A’la Al Maududi, peternak madu kelulut bermerk Bullbee.

Karena memang madu kelulut ini sudah ada di Aceh dan dikonsumsi secara tradisional, ia mulai bisnisnya dengan mengambil madu kelulut dari pengumpul untuk dikemas dan dijual.

Kini Abul telah mempersiapkan ternak madu kelulut. Selain menyiapkan hewan ternak spesies lebah kelulut, Abul turut menanam tanaman Akasia untuk dikonsumsi lebah guna menghasilkan madu.

Abul yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, telah lebih dulu memberanikan diri untuk terjun ke bisnis pertanian. Ia telah merintis usaha di bidang pertanian dan perdagangan hasil pertanian. Akhirnya kini Abul coba terjun ke pasar madu kelulut setelah melihat peluang yang cukup menjanjikan.

“Harga kelulut sangat baik. Untuk pembelian partai besar di atas 10 liter, sekitar 450 sampai 500 ribu per liternya dan mencapai 700 ribu untuk eceran,” jelas Abul.

Lebih lanjut Abul menjelaskan, “saat ini untuk di Aceh, petani kelulut terpusat di pesisir timur Aceh. Juga sudah mulai ada beberapa daerah di kabupaten lain yang mulai mengembangkannya. Untuk pesisir Barat saat ini masih ditekuni oleh peternak kelulut dari Manggeng, Abdya.”

Berdasarkan liputan Tempo mengenai bisnis madu kelulut di Sanggau, Kalimantan Barat, petani di sana meraup jumlah yang besar dari hasil penjalan madu kelulut.

Madu kelulut tidak memiliki banyak peminat di Kalimatan Barat, namun lebih populer di Pulau Jawa. Setiap madu yang dikemas dalam jeriken berisi 50 liter, dijual seharga Rp 8,5 juta. Madu kelulut asal Sanggau, Kalbar bermerk Madu Bahta, dijual secara eceran dalam botol berukuran 150 mililiter seharga Rp 150 ribu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...

Related Articles

Belajar dari Fenomena Karoshi; Apa yang Kita Cari dari Kehidupan?

Oleh: Ihsan Sulis* Di negara Jepang ada sebuah fenomena yang dikenal dengan nama Karoshi, yaitu fenomena kematian karena over-work (kelelahan bekerja), beberapa orang di negara...

UMKM Terdampak Pandemi, Erick Thohir Carikan Jalan Keluar

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM Sebagian besar UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) terdampak pandemi Covid-19 terutama UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang mengandalkan kedatangan turis...

Kisah Sukses Pertanian di Thailand (I)

Selama 50 tahun terakhir, Thailand telah berkembang dari negara berpenghasilan rendah yang hanya menghasilkan komoditas kebutuhan dasar, naik ke taraf ekonomi tingkat menengah dan...