Melirik Bisnis Madu Kelulut Aceh

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Ketua DPRA : APBA 2021 Harus Selesaikan Persoalan Kemiskinan di Aceh

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin menegaskan bahwa, anggaran pendapatan dan belanja Aceh (APBA) tahun anggran 2021 harus dipergunakan sebaik...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Peureulak|ACEHJURNAL.COM Pasar bisnis madu di Indonesia akhir-akhir ini tumbuh berkembang dengan pesat. Hal ini disebabkan tingginya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat secara alami.

Bagi masyarakat muslim, mengonsumsi madu adalah sunnah Nabi yang telah dipraktekkan dalam komunitas Muslim selama satu millenial. Secara medis, madu juga dikenal kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh serta baik untuk kesehatan.

Pasar madu premium di Indonesia turut diramaikan produk-produk impor. Mulai dari Eropa hingga Timur Tengah.

Madu Kelulut Aceh
Selain juga menjamurnya madu-madu lokal di pasaran, madu kelulut kini juga turut ramai dipasarkan secara online. Di Aceh dikenal dengan nama madu linot. Madu kelulut juga dikenal dengan nama stingless bee honey yang dihasilkan dari lebah Trigona sp.

Madu kelulut mengandung beberapa jenis vitamin, mineral dan enzim. Selain itu, madu ini dipercaya memiliki khasiat yang tinggi bagi kesehatan, antara lain: meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stroke, memperkuat fungsi otak dan jantung serta meningkatkan kecerdasan anak.

Di Aceh, salah satu pengusaha madu kelulut yang berdomisili di Peureulak, Aceh Timur menjualnya dalam produk terkemas rapi dengan nama dagang Bulbee.

“Awalnya tahunya dari Malaysia. Lalu kita adopsi untuk coba kita kembangkan di Aceh,” ujar Abul A’la Al Maududi, peternak madu kelulut bermerk Bullbee.

Karena memang madu kelulut ini sudah ada di Aceh dan dikonsumsi secara tradisional, ia mulai bisnisnya dengan mengambil madu kelulut dari pengumpul untuk dikemas dan dijual.

Kini Abul telah mempersiapkan ternak madu kelulut. Selain menyiapkan hewan ternak spesies lebah kelulut, Abul turut menanam tanaman Akasia untuk dikonsumsi lebah guna menghasilkan madu.

Abul yang merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, telah lebih dulu memberanikan diri untuk terjun ke bisnis pertanian. Ia telah merintis usaha di bidang pertanian dan perdagangan hasil pertanian. Akhirnya kini Abul coba terjun ke pasar madu kelulut setelah melihat peluang yang cukup menjanjikan.

“Harga kelulut sangat baik. Untuk pembelian partai besar di atas 10 liter, sekitar 450 sampai 500 ribu per liternya dan mencapai 700 ribu untuk eceran,” jelas Abul.

Lebih lanjut Abul menjelaskan, “saat ini untuk di Aceh, petani kelulut terpusat di pesisir timur Aceh. Juga sudah mulai ada beberapa daerah di kabupaten lain yang mulai mengembangkannya. Untuk pesisir Barat saat ini masih ditekuni oleh peternak kelulut dari Manggeng, Abdya.”

Berdasarkan liputan Tempo mengenai bisnis madu kelulut di Sanggau, Kalimantan Barat, petani di sana meraup jumlah yang besar dari hasil penjalan madu kelulut.

Madu kelulut tidak memiliki banyak peminat di Kalimatan Barat, namun lebih populer di Pulau Jawa. Setiap madu yang dikemas dalam jeriken berisi 50 liter, dijual seharga Rp 8,5 juta. Madu kelulut asal Sanggau, Kalbar bermerk Madu Bahta, dijual secara eceran dalam botol berukuran 150 mililiter seharga Rp 150 ribu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

BERITA TERKAIT

Joel Bungalow : Wisata Adalah Sektor Riil Investasi di Aceh

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - “Berbicara sektor pariwisata itu riil, karena dengan dengan hidupnya sektor pariwisata di Aceh, otomatis sektor kuliner juga berkembang. Ini...

Wali Nanggroe, Semoga Tidak Ada Lagi Generasi Aceh yang Direhabiltasi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar berharap, di masa-masa mendatang tidak ada generasi muda...

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...