Media Asing Sorot Kasus Cambuk Pasangan Gay di Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Sejumlah media asing kembali menyorot prosesi hukuman cambuk di Taman Bustanussalatin Banda Aceh pada Kamis (28/1) lalu. Salah satu kasus yang disorotnya terkait pasangan gay yang dicambuk sebanyak 77 kali.

Pada laman Reutres berjudul “Indonesia’s Aceh Province publicy canes two gay men”. Media kenamaan Inggris ini menyebutkan bahwa Provinsi Aceh sebagai daerah implementasi Syariat Islam melaksanakan hukuman cambuk terhadap enam pelanggar syariat. Dua diantara pelanggar tersebut adalah pasangan gay yang ketahuan berhubungan sesama jenis dan ditangkap warga sehingga mendapat cambuk sebanyak 77 kali.

Hal senada juga diberitakan JapanToday, media asal Negeri Sakura ini ikut menyorot pasangan gay yang dicambuk di depan khalayak ramai. Pada laman berjudul “2 gay men caned 77 times for having sex in Indonesia’s Aceh” ini mengatakan, kedua pelanggar Syariat Islam masing-masing berusia 27 dan 29 tahun ini dikenakan hukuman cambuk dipertontonkan di muka umum. Media ini juga ikut menyorot bahwa Provinsi Aceh telah menggelar sebanyak tiga kali hukuman cambuk bagi kasus liwath tersebut.

Keduanya ditangkap pada akhir November 2020 lalu oleh warga yang curiga dengan gerak-gerik pasangan ini di sebuah rumah kos di Banda Aceh. Adapun kedua pasangan gay itu adalah masing-masing berinisial MU dan TA.

Sementara, empat pelanggar lainnya yang dicambuk terlibat minuman keras (khamar).  Keduanya dijatuhi hukuman sebanyak 40 kali cambukan. Kemudian satu pasangan pelaku ikhtilat berinisial RM dan RU didera hukuman 17 kali cambukan.

Pemberitaan serupa juga diberitakan CBSNews dengan judul “2 men publicy caned for having sex by religious police in Indonesia”.

Advertisement

Begitu juga pada laman Dailymail menyebutkan “Two gay men plead for mercy as they are caned 77 times each in Indonesia after neighbours reported them to Islamic religious police”.

Sebelumnya diberitakan, pasangan gay ditangkap warga karena ketahuan berhubungan sesama jenis di sebuah rumah kos di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada 12 November 2020 lalu.

Saat prosesi cambuk berlangsung, ikut disaksikan oleh pihak keluarga, yang datang sekaligus untuk menjemput terdakwa. Berdasarkan aturannya, terdakwa usai mendapat hukuman cambuk langsung dikembalikan ke pihak keluarganya masing-masing. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT