Ma’had Daarut Tahfidzh Al Ikhlas Wisuda 18 Santri

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Ma’had Daarut Tahfidzh Al Ikhlas yang berlokasi di Gampong Ajun Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar menggelar wisuda tahfidz pada Sabtu (3/7/2021) malam.

Sebanyak 18 santri diwisuda pada momen tersebut. Mereka adalah santri dengan hafalan Alqur’an 30 juzz khatam dan syahadah.

Acara yang dihelat di kompleks dayah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Alhamdulillah sebanyaj 18 tahfidzh khatam dan sudah syahadah. Diantaranya 14 orang santriwan dan 4 orang santriwati. Mereka semuanya akan menimba ilmu ke Timur Tengah dan pulau Jawa,” kata Ustadz Azmi selaku salah satu dewan guru kepada AcehJurnal.com.

Sementara itu, pimpinan Ma’had Daarut Tahfidzh Al Ikhlas, Ustadz Zulfikar mengatakan, acara wisuda tahfidz digelar untuk memotivasi santri agar semakin semangat menghafal Alqur’an. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahim bagi wali santri dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Ustadz Zulfikar menceritakan sejarah awal mula berdirinya Ma’had Daarut Tahfidzh Al Ikhlas.

“Berdiri tahun 2012. Namun kegiatan tahfidzh sejak 2005. 97 santri yang khatam Alquran, sementara yang mampu syahadah sebanyak 7 orang,” kata Ustadz Zulfikar.

Menurutnya, berdirinya Ma’had tesebut tidak lepas dari peran masa Gubernur Aceh, Almarhum Ibrahim Hassan dalam melahirkan generasi penghafal Alquran di Bumi Serambi Mekkah. Hal ini berkat peran Tidak lepas dari peran almarhum Ustadz Amin Husaini dan Ustadz Sualip Khamsin.

Advertisement

“Keduanya ini adalah guru dan ayah rohani kita semua. Jasa-jasa keduanya sangatlah besar dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan keberkahan bagi keduanya,” kata Ustadz Zulfikar dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, Ma’had tersebut sempat diliburkan akibat lockdown di tengah pandemi Covid-19. Sehingga butuh waktu untuk kembali melakukan muraja’a (hafalan ulang) bagi santrinya.

“Alhamdulillah saat ini, jumlah santri saat ini sebanyak 1562 orang, baik tingkat madrasah ibtidaiyah, tsanamiwah dan aliyah,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri mengucapkan selamat kepada seluruh santri tahfidzh yang telah diwisuda.

“Ini tidak lepas dari peran dan dukungan orangtua santri atas kegigihan dan perjuangan bapak/ibu yang telah menitipkan anaknya ke ma’had yang mulia ini,” kata Zahrol Fajri.

Dalam sambutannya, mantan Karo Isra ini turut memotivasi santri dalam mensyiarkan Islam hingga akhir hayat. Ia berharap, mereka terus maju dan berkembang dalam mensyiarkan agama Allah di muka bumi ini. Mencetak generasi-generasi penghafal Alquran.

“Bukan hanya belajar ilmu Alquran, tapi juga mempelajari ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu Fiqih dan Tauhid. Salah satu hal yang terpenting adalah ikut mensyiarkan program BEREH yang diinisiasikan oleh Pemerintah Aceh,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT