HomeDaerahLogo Kota Salem: Jejak Kebanggaan Aceh di Tanah Amerika

Logo Kota Salem: Jejak Kebanggaan Aceh di Tanah Amerika

BANDA ACEH – Jauh di seberang lautan, di Kota Salem, Massachusetts, Amerika Serikat, sebuah logo kota menjadi bukti nyata sekaligus pengingat akan hubungan sejarah yang erat dan membanggakan dengan Aceh. Logo yang ditetapkan sejak tahun 1839 itu tidak menampilkan simbol biasa, melainkan sosok orang Aceh yang merepresentasikan kemakmuran kota tersebut, hasil dari perdagangan rempah-rempah, terutama lada, pada abad ke-18 dan ke-19.

Kisah di balik logo ini diungkap secara mendalam oleh Profesor R. Michael Feener, seorang peneliti terkemuka dalam studi Islam dan sejarah masyarakat Muslim di Asia Tenggara. Profesor Feener, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Maritime Asia Heritage Survey (MAHS) dan Profesor di Kyoto University, telah mendedikasikan sebagian besar karirnya untuk meneliti sejarah Aceh. Latar belakangnya yang kuat dalam studi sejarah, terutama yang berkaitan dengan jaringan maritim dan budaya di Samudra Hindia, memberinya perspektif unik dalam mengkaji hubungan antara Aceh dan Salem.

Dalam sebuah wawancara di podcast “Sagoe” yang videonya diunggah di YouTube, Profesor Feener menjelaskan bahwa hubungan ini lahir dari kebutuhan para pedagang Salem untuk mencari pasar baru yang bebas dari cengkeraman kolonial Inggris.
“Mereka menemukan mitra dagang yang sangat terbuka di pesisir barat Aceh,” ujar Profesor Feener dalam diskusi tersebut. “Ini bukan hubungan kolonialisme, melainkan hubungan yang didasari rasa saling menghormati.”

Menurut Feener, perdagangan lada dari Aceh membawa kekayaan luar biasa bagi Salem. Kemakmuran ini bahkan tercermin dari banyaknya bangunan megah dan rumah-rumah mewah di Salem yang didanai dari keuntungan perdagangan tersebut. Hubungan istimewa ini, lanjutnya, terjalin dengan para pemimpin lokal Aceh seperti Pak Adam dan para Syahbandar.

Sebagai bukti penghormatan, sebuah batu nisan di Kuala Batee, Aceh, dikirim langsung dari Salem sebagai tanda duka dan penghormatan atas wafatnya seorang Syahbandar yang menjadi mitra dagang mereka.

“Logo kota itu sendiri adalah sebuah tanda kehormatan,” tegas Feener. Sosok yang digambarkan adalah orang Aceh yang kaya dan berwibawa dengan pakaian kosmopolitan. “Ini adalah pengakuan dari pihak Salem atas peran vital Aceh dalam kesuksesan ekonomi mereka. Pada masa itu, penggambaran orang Asia seringkali bernada rasis di media-media Eropa, namun logo Salem ini justru sebaliknya.”

Meskipun saat ini logo tersebut menghadapi perdebatan, di mana beberapa kelompok di Amerika Serikat menganggapnya sebagai stereotip rasial dan menuntut penghapusannya, pandangan dari Aceh justru berbeda. Bagi banyak masyarakat Aceh, logo tersebut adalah sumber kebanggaan yang luar biasa.

“Bagi orang Aceh, logo ini melambangkan sebuah episode sejarah yang unik,” kata Feener. “Ini adalah representasi dari interaksi yang setara dan penuh hormat dengan kekuatan Barat, sesuatu yang langka di era kolonialisme.”

Dengan demikian, logo Kota Salem bukan sekadar gambar, melainkan sebuah arsip visual yang menceritakan kisah kejayaan maritim, kemitraan dagang yang adil, dan warisan kebanggaan bagi masyarakat Aceh yang jejaknya terukir abadi di tanah Amerika.

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News