Acehjurnal.com – Lima nelayan asal Aceh yang dievakuasi dari Thailand telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Kedatangan mereka disambut oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Aceh serta pihak keluarga.
Kepulangan kelima nelayan tersebut merupakan hasil dari upaya evakuasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok. Mereka sebelumnya mengalami permasalahan selama bekerja di sektor perikanan Thailand.
“Alhamdulillah, seluruh nelayan dalam kondisi sehat dan selamat. Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan kepulangan mereka berjalan lancar,” ujar perwakilan Disnakertrans Aceh yang hadir di bandara.
Para nelayan diketahui berasal dari berbagai kabupaten di Aceh. Mereka meninggalkan Thailand setelah menyelesaikan proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Penerbangan mereka mendarat di Kualanamu pada Selasa siang.
Salah satu nelayan, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan rasa lega bisa kembali ke Indonesia. “Sangat senang bisa pulang dan bertemu keluarga. Terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kami,” katanya singkat.
Rencananya, para nelayan akan segera melakukan perjalanan darat menuju Aceh untuk bersatu kembali dengan keluarga masing-masing. Disnakertrans Aceh menyiapkan pendampingan hingga proses reunifikasi keluarga selesai.
Pemerintah Provinsi Aceh melalui Disnakertrans juga akan memberikan pendampingan lebih lanjut, termasuk pemulihan psikologis dan bantuan reintegrasi sosial. Hal ini penting mengingat pengalaman yang mungkin dialami selama bekerja di luar negeri.
“Kami akan memastikan mereka mendapatkan hak-haknya dan dapat beradaptasi kembali dengan kehidupan di Aceh. Dukungan dari keluarga dan masyarakat juga sangat kami harapkan,” tambah perwakilan Disnakertrans.
Kedatangan para nelayan ini menjadi perhatian serius mengingat maraknya kasus permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor perikanan internasional. Pemerintah terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi warga negara yang bekerja di luar negeri.
Evakuasi ini juga menunjukkan sinergi antarlembaga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan. Kerja sama antara KBRI Bangkok dan pemerintah daerah Aceh dinilai sangat efektif.
Keluarga nelayan yang telah menunggu di bandara menyambut dengan haru kedatangan anggota keluarga mereka. Rencana penyambungan kembali dengan keluarga di kampung halaman menjadi momen yang sangat dinantikan.
Pemerintah mengimbau kepada masyarakat, khususnya calon TKI, untuk selalu memastikan legalitas dan perlindungan kerja sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya permasalahan serupa di masa depan.
Sumber: Acehjurnal.com



