Ledakan Besar Guncang Beirut, Ini Penjelasannya

Beirut | Acehjurnal.com Pada Selasa petang (4/8) waktu setempat di Beirut ibukota Libanon terjadi dua ledakan besar berlokasi di pelabuhan Beirut. Ledakan besar tersebut mengirimkan gelombang asap ke seluruh kota, menewaskan sedikitnya 78 orang dan melukai ribuan lainnya.

Skala kerusakan yang disebabkan oleh ledakan itu sangat besar, bermil-mil bangunan hancur akibat ledakan. Ledakan ini terjadi pada masa krisis bagi Lebanon yang berada di ambang kehancuran finansial.

Rumah sakit yang sedang berhadapan dengan krisis virus corona kini kesuitan menampung korban ledakan.

Pernyataan Pemerintah
Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, mengatakan penyebab ledakan itu adalah 2.700 ton amonium nitrat. Diab akan segera mengungkapkan fakta rinci terkait ledakan tentang gudang segera, namun tidak ingin melakukan penyelidikan lebih awal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ledakan mematikan di Beirut hari ini terlihat seperti serangan yang mengerikan, bertentangan dengan informasi yang berasal dari pemerintah Libanon. Trump mengatakan kepada wartawan, “Ya terlihat seperti itu (serangan), berdasarkan dari ledakan.” Trump menambahkan dia telah bertemu dengan para petinggi militer AS dan beranggapan bahwa ledakan tersebut kemungkinan adalah serangan.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon mendeklarasikan keadaan darurat selama dua minggu di ibukota dan menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada otoritas militer. Sebuah pernyataan yang dibacakan langsung di televisi mengatakan Presiden Michel Aoun telah memutuskan untuk mengeluarkan 100 miliar pound Lebanon dalam alokasi darurat dari anggaran 2020.

Sementara pemerintah di seluruh dunia telah menawarkan bantuan, termasuk Inggris, Prancis, Australia, AS, Kanada, dan Israel.

Sumber: Guardian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT