Kopi Kocok Lameu, Latte Khas Pidie

Sigli | AcehJurnal.com – Aceh terkenal akan sumber daya alam yang berlimpah. Kopi yang tumbuh subur nan lebat menjadikan salah satu komoditi terbaik Nusantara. Maka tak heran, aneka sajian si biji hitam ini dikemas dalam berbagai jenis dan rasa. Contohnya adalah kopi kocok di Gampong Lameu, Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie. Di desa ini, kopi diracik dengan menggunakan kuning telur dari ayam kampung dan sedikit gula. Sehingga menghasilnya semerbak wangi dan legitnya kopi kian terasa memanjakan lidah.

Desa ini hanya berjarak sekitar 15 menit dari Kota Sigli, atau sekitar dua jam lebih perjalanan dari Kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh. Bila hendak ke lokasi, pengunjung akan melewati hamparan persawahan warga yang membentang sejauh mata memandang.

Suasana warung pun terlihat sederhana. Dindingnya hanya berkonstruksi papan dan semi permanen serta tidak punya papan nama.

Citarasa khas dan wanginya kopi kocok tercium hingga ke seluruh pelosok Pidie, bahkan Aceh. Apalagi dinikmati dengan lemang yang disajikan khusus di warung.

Sajian latte khas Pidie saat dihidangkan. Foto Taufik Ar Rifai
Sajian latte khas Pidie saat dihidangkan. Foto Taufik Ar Rifai

Iskandar selaku pemilik warung mengatakan, usaha kuliner yang dirintisnya itu sudah tenar di era 1980-an. Umumnya, minuman ini menjadi incaran warga di pagi hari. Ini dikarenakan kopi kocok yang dicampur sedikit kopi, teh, dan kuning telur ayam kampung ini mampu menyuplai energi tambahan. Pasalnya, selain memanjakan lidah, kopi ini juga mampu meningkatkan stamina.

“Masyarakat di sini sering menamakan kopi ini poding. Begitu halnya dengan lemang, permintaannya yang terus meningkat,” ujar Iskandar kepada AcehJurnal.com, Minggu (3/1/2021).

Meski di tengah pandemi, tak menyurutkan anthusias pengunjung untuk menikmati sajian latte khas Pidie tersebut.

Aktif Masa Daerah Operasi Militer (DOM)

Iskandar mengisahkan, warung miliknya sudah aktif sejak masa masa Daerah Operasi Militer (DOM). Ini tidak terlepas dari kebiasaan warga yang sering menikmati kopi di saat menjelang subuh hari. Ini juga sebagai tradisi warga setempat yang mayoritas petani dan pedagang ini sebagai asupan gizi tambahan.

Proses pembuatan kopi kocok khas Lameue. Foto Taufik Ar Rifai
Proses pembuatan kopi kocok khas Lameue. Foto Taufik Ar Rifai

Bahkan  warga ini rela menyeberangi sungai yang membelah kampung setempat jika persediaan habis. Ini demi menikmati secangkir kopi kocok tersebut.

Akhirnya, Iskandar mulai berinisiatif membuat resep rahasia agar citra rasa kopi dan telur ayam semakin nikmat dan harum. Sehingga kopi kocok ini semakin dikenal warga sehingga jumlah permintaan dari hari ke hari semakin meningkat.

“Itu sudah seperti tradisi turun temurun di sini. Makanya dulu bakda subuh hingga pukul delpan pagi masih banyak warga nongkrong di sini menikmati kopi kocok,” kata Iskandar.

Iskandar, sang pemilik warung sedang membakar leumang. Foto Taufik Ar Rifai
Iskandar, sang pemilik warung sedang membakar leumang. Foto Taufik Ar Rifai

Adapun cara penyajian kopi ini, Iskandar membeberkan sedikit rahasia tata cara penyajian kopi late khas Pidie yang bisa menggoyang lidah penikmatnya.

Adapun menu yang disajikan di antaranya sebutir telur ayam kampung dicampur dengan sedikit kopi dan teh.

“Kuning telur yang sudah ditambah sedikit gula dikocok dengan lidi. Lalu dicampurkan sedikit kopi dan teh dalam keadaan  mendidih. Tujuannya agar menambah citra rasa dan aroma khas kopi agar tidak berbau amis,” tambahnya.

Prosesi pembakaran leumang. Foto Taufik Ar Rifai
Prosesi pembakaran leumang. Foto Taufik Ar Rifai

Dibantu tujuh pekerjanya, Iskandar kini siap melayani para pelangggan saban harinya mulai sejak pukul 15.00 hingga 03.00 WIB.

Setiap harinya, ia menghabiskan rata-rata sekitar lebih dari 300 cangkir kopi beserta telur ayam kampung.

Sedangkan untuk sajian lemang terjual lebih dari 200 bambu.

“Apalagi jika berbarengan dengan musim durian, lemang bisa laku lebih banyak lagi,” ujar Iskandar.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Burhanuddin mengaku sangat mengagumi kopi kocok khas Pidie tersebut.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menikmati segelas kopi latte khas Pidie tersebut cukup merogoh kocek Rp 6 ribu saja.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Aceh Besar Mulai Perdana Vaksinasi Covid-19

Jantho | AcehJurnal.com - Forkopimda Aceh Besar resmi memulai perdana suntik vaksin covid-19, yang diadakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar, Indrapuri,...

Hayeu! Putra Aceh, Ilham Saputra Jabat Plt Ketua KPU

Jakarta - DKPP memecat Arief Budiman dari posisi Ketua KPU. KPU telah menunjuk komisioner Ilham Saputra menjadi Plt Ketua. Keputusan menunjuk Plt Ketua KPU diambil...

Korban Jiwa Gempa Majene-Mamuju Bertambah Jadi 35 Orang

#GempaSulbar Mamuju | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) memperbarui data korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 6,2 di Majene dan Mamuju....

BERITA TERKAIT

Aceh Besar Mulai Perdana Vaksinasi Covid-19

Jantho | AcehJurnal.com - Forkopimda Aceh Besar resmi memulai perdana suntik vaksin covid-19, yang diadakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar, Indrapuri,...

Hayeu! Putra Aceh, Ilham Saputra Jabat Plt Ketua KPU

Jakarta - DKPP memecat Arief Budiman dari posisi Ketua KPU. KPU telah menunjuk komisioner Ilham Saputra menjadi Plt Ketua. Keputusan menunjuk Plt Ketua KPU diambil...

Korban Jiwa Gempa Majene-Mamuju Bertambah Jadi 35 Orang

#GempaSulbar Mamuju | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) memperbarui data korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo (M) 6,2 di Majene dan Mamuju....