HomeDaerahKetua DPRA Zulfadli Minta Demonstran Tambahkan Poin Aceh Pisah dari Pusat, Massa...

Ketua DPRA Zulfadli Minta Demonstran Tambahkan Poin Aceh Pisah dari Pusat, Massa Tidak Menanggapi

Acehjurnal.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli meminta massa demonstran menambahkan poin pemisahan Aceh dari pemerintah pusat dalam tuntutan mereka. Permintaan tersebut tidak ditanggapi oleh para pendemo yang berkumpul di gedung DPR Aceh pada Senin (1/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Zulfadli didampingi sejumlah anggota DPRA dan Kapolda Aceh Brigjen Marzuki Ali Basyah menerima massa. Setelah berorasi, massa meminta Zulfadli menandatangani pernyataan sikap yang berisi tujuh poin tuntutan.

Zulfadli yang akrab disapa Abang Samalanga itu membacakan seluruh isi tuntutan tersebut. Sebelum menandatanganinya, massa memintanya berbicara mengenai pembangunan lima Batalion Pembangunan di Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Zulfadli justru meminta massa untuk menambahkan satu poin tuntutan lagi. “Ataupun minta poin satu lagi pisah aja Aceh dengan pusat. Kau tulis biar aku teken,” ujar Zulfadli di hadapan massa.

Namun, permintaan tersebut tidak ditanggapi oleh para demonstran. Massa tidak menuliskan poin pemisahan Aceh dari pusat seperti yang diminta Ketua DPRA.

Zulfadli kemudian menandatangani pernyataan sikap yang disodorkan massa tanpa tambahan poin tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, dia menegaskan penolakan terhadap lima batalion. “Kami atas nama DPR Aceh bersama rakyat Aceh menolak lima batalion,” jelasnya.

Siapa sebenarnya sosok Zulfadli? Politikus Partai Aceh ini menjabat sebagai Ketua DPRA sejak tahun 2023, menggantikan Saiful Bahri (Pon Yaya). Pria kelahiran Samalanga, 14 Februari 1972 ini telah tiga periode menjadi anggota DPRA dari daerah pemilihan (Dapil) III Bireuen.

Pada periode 2024-2029, Partai Aceh kembali mempercayainya sebagai ketua. Zulfadli menghabiskan masa kecil di kampung halamannya hingga lulus SMA, kemudian melanjutkan pendidikan ke Politeknik Unsyiah di Lhokseumawe jurusan Teknik Mesin.

Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, Zulfadli sempat bekerja di beberapa tempat sebelum memilih bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 1997. Dia menjadi pasukan GAM di wilayah Bireuen.

Pasca penandatanganan perjanjian damai di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005, Zulfadli terjun ke bisnis galian C. Pada Pemilu 2014, dia terpilih sebagai anggota DPRA untuk pertama kalinya.

(Disarikan dari berbagai sumber)

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News