Keterlaluan! Gerbang Tol Tidak Diawasi, Pengguna Jalan Malah Didenda

AcehJurnal | Banda Aceh – Kelalaian PT. Hutama Karya sebagai Pengelola Jalan Tol Sigli – Banda Aceh, mulai memakan korban. Salah satu pengguna jalan tol, Husaini (38) dikenakan denda di gerbang tol Jantho akibat dituduh menerobos gerbang tol Seulimum yang terletak di KM 50 Jalan Nasional Banda Aceh – Medan.
Kepada media AcehJurnal.com, Husaini (38) menyatakan dirinya diharuskan membayar denda oleh Pengelola Tol karena memasuki jalan tol ruas Seulimum – Jantho sepanjang 6 KM pada Minggu malam (3/10), padahal menurutnya jalan tersebut sama sekali tidak diawasi oleh petugas dan tidak ada tanda palang penutup yang menghalangi pengguna jalan masuk.
Bahkan menurutnya, rambu-rambu jalan masuk ke Gerbang Tol Seulimum telah terpampang jelas di sepanjang Jalan Nasional Medan – Banda Aceh. Seolah-seolah ruas tol tersebut telah beroperasi secara normal.
“Sebagai orang awam, saya fikir jalan tol tersebut sudah bisa dilalui dengan rambu-rambu yang jelas terpampang mengundang pengguna jalan untuk masuk,” ujarnya.
Anehnya, Husaini mengaku kaget ketika tiba di Gerbang Tol Seulimum. Menurutnya “tidak ada penghalang untuk masuk ke ruas tol tersebut, tidak terdapat petugas yang menjaga, mesin pemindai kartu tidak berfungsi, dan ruas masuk ke gerbang tol tersebut juga tidak memungkinkan untuk dilakukan putar balik arah. Anehnya, lampu-lampu di sekitar gerbang tol menyala dengan terang, seakan tol tersebut sudah beroperasi secara normal.”
Advertisement

“Karena terlanjur masuk, maka saya mencari pintu keluar yang terdekat, yaitu di Gerbang Tol Jantho. Tapi ketika sampai di Pintu Gerbang Jantho saya dituduh menerobos dan dipaksa membayar denda kepada pihak HK,” jelas Husaini.
Menurutnya, “saya sungguh prihatin dengan pelayanan pengelola Tol Sibanceh, terutama yang bertugas di ruas Tol seksi Seulimum – Jantho.”
Selain itu, Husaini menilai “faktor keselamatan pengguna tidak diutamakan pada proyek tersebut, karena masih banyak bahan material di jalan tol tersebut yang tidak terkawal dengan baik. Pihak HK pun tidak secara tegas menutup dan melarang pengguna jalan untuk masuk ke ruas jalan yang belum siap beroperasi, malah seperti menjebak pengguna jalan untuk masuk” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Branch Manajer Tol Sibanceh PT. Hutama Karya, Djarot Seno Wibawa ketika dihubungi membenarkan perihal tersebut.
Menurutnya, perihal tersebut terjadi karena minimnya pengawasan yang dilakukan oleh kontraktor.
“Seharusnya pintu keluar masuk tol itu dijaga oleh petugas setiap saat, namun karena itu pada waktu malam, mungkin petugasnya lagi isitirahat, sehingga gerbang tol dibiarkan terbuka tanpa ada pengawasan,” tuturnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya terjadi mengingat seksi jalan tol Seulimum itu masih dalam tahap pengerjaan.
“Ini akan menjadi tugas kami ke depan, untuk memastikan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin,” ujarnya.
[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT