Kenang Almarhum Hasan Tiro, Mualem : Ureueng Aceh Bek Tuwoe Jasa Wali

Banda Aceh | AcehJurnal.com – “Seubagoe Ureueng Aceh, geutanyoe wajeb taingat jasa peujuang endatu geutanyoe. Salah sidroe jih nakeuh Allahyarham Teungku Hasan Muhammad di Tiro (Sebagai orang Aceh, kita wajib mengingat jasa pejuang leluhur kita. Salah satunya adalah Allahyarham Wali Teungku Hasan Muhammad di Tiro),” kata Muzakir Manaf mengawali pembicaraan dengan AcehJurnal.com, Kamis (03/01/2021).
Sosok yang dimaksud mantan Wakil Gubernur Aceh ini adalah sang deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal ini dikatakan sapaan akrab Mualem ini untuk mengenang berpulangnya amarhum yang ke-11 (03 Juni 2010 – 03 Juni 2021). Mualem yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Komiter Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh ini turut mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya kombatan GAM tidak melupakan jasa almarhum. Pasalnya, kontribusi almarhum terhadap perjuangan bangsa Aceh sangatlah besar. Sehingga menjadikan Aceh menjadi negeri berdaulat dan bermartabat di mata dunia.
“Sudah sepuluh tahun wali menghadap Sang Khaliq, ideologi dan semangat ke-Acehannya harus tetap kita jaga dan tanamankan dalam diri kita selaku bangsa Aceh. Jasa-jasanya tidak dapat dihargai dengan apapun,” kenang Mualem.
Advertisement

Mualem menjelaskan, sosok Teungku Hasan Muhammad di Tiro merupakan tokoh intelektual besar yang dimiliki oleh rakyat Aceh. Atas jasanya, Aceh kembali menjadi bangsa yang memiliki martabat dan jatidiri sebagai bangsa berdaulat. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki pendirian teguh dalam memperjuangkan nasib Aceh. Bahkan, dirinya rela meninggalkan kehidupannya yang serba mewah, istri dan anak semata wayangnya. Ini demi memikirkan nasib dan bangsa Aceh.
“Saat ini sangat susah mencari pengganti seperti almarhum. Wali adalah sosok yang punya prinsip dan teguh pada pendiriannya. Wali tahu bagaimana sejarah Aceh yang sebenarnya, yaitu sebuah bangsa yang pernah terkenal di seantero Asia Tenggara. Hanya saja, sikap dan kepribadiannya tidak cukup diingat dan dibaca saja, tapi juga harus ditanamkan pada diri pribadi orang Aceh,” kata Mualem lagi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT