HomeNasionalKemenpora Ajukan Tambahan Rp 357 Miliar untuk PON Aceh-Sumut 2024

Kemenpora Ajukan Tambahan Rp 357 Miliar untuk PON Aceh-Sumut 2024

JAKARTA – Setelah menggelontorkan dana sekitar setengah triliun rupiah untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah. Kemenpora mengajukan anggaran sebesar Rp 357 miliar ini untuk memenuhi permintaan tuan rumah guna menutupi kekurangan biaya penyelenggaraan PON.

PON XXI 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara tinggal menghitung hari. PON dilaksanakan pada 8-20 September 2024. Dengan waktu tersisa ini, segala persiapan dikebut.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono mengatakan, guna menyukseskan penyelenggaraan PON, pihaknya mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Ini dilakukan setelah Aceh dan Sumut mengajukan permintaan tambahan dana karena mengalami kekurangan biaya.

Surono menjelaskan, dana mencapai setengah triliun atau tepatnya Rp 517,4 miliar yang digelontorkan Kemenpora pada 11 Juli lalu tidak cukup bagi Aceh dan Sumut untuk membiayai penyelenggaraan PON. Aceh meminta tambahan sekitar Rp 267 miliar, sedangkan Sumut Rp 89 miliar.

Ketua Panitia Besar PON Aceh-Sumut Wilayah Sumatera Utara sekaligus Penjabat Gubernur Sumut Agus Fatoni, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono, serta Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ahmad Saefudin (dari kiri ke kanan) dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika secara daring, Senin (29/7/2024).

”Namun, kami juga menunggu kepastian dari kemampuan anggaran negara. Berapa pun yang diberikan akan kami sampaikan ke PB (Panitia Besar) PON Wilayah Aceh dan PB PON Wilayah Sumut,” kata Surono dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika secara daring, Senin (29/7/2024).

Menurut Surono, biaya tambahan itu diajukan untuk memenuhi kebutuhan di luar kebutuhan dasar. Surono mencontohkan, Stadion Madya di Sumut yang akan digunakan untuk cabang olahraga atletik telah dipasangi trek. Namun, terdapat kekurangan penerangan.

Dana untuk kebutuhan dasar seperti peralatan dan perangkat pertandingan telah diserahkan Kemenpora kepada masing-masing PB PON. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo merinci, bantuan sekitar setengah triliun rupiah dari pemerintah disalurkan untuk penyelenggaraan PON Aceh-Sumut wilayah Aceh Bidang Pertandingan sebesar Rp 72,06 miliar. Lalu, untuk wilayah Sumut Bidang Pertandingan Rp 74,02 miliar, upacara pembukaan (Rp 60 miliar), dan upacara penutupan (Rp 41 miliar).

Ada pula bantuan untuk KONI Pusat mendukung penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut (Rp 30 miliar) serta bantuan untuk pengadaan sarana pertandingan PON di Aceh (Rp 138,2 miliar) dan di Sumut sebesar Rp 101,6 miliar.

Ketua Panitia Besar PON Aceh-Sumut Wilayah Sumatera Utara sekaligus Penjabat Gubernur Sumut Agus Fatoni menandatangani perjanjian kerja sama antara Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, PB PON XXI 2024 Wilayah Aceh, dan PB PON XXI 2024 Wilayah Sumut di Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Dukungan dana dari pemerintah itu sebenarnya memang berada di bawah angka pengajuan oleh daerah. Aceh, misalnya, sempat mengajukan tambahan anggaran kepada Kemenpora sebesar Rp 671 miliar.

Anggaran yang diajukan tersebut diperlukan untuk pengadaan alat pertandingan, biaya perangkat pertandingan, dan upacara pembukaan. Artinya, anggaran yang diajukan oleh satu daerah saja melebihi dana yang dikucurkan.

Kesiapan tuan rumah

Ketua Panitia Besar PON Aceh-Sumut Wilayah Sumatera Utara sekaligus Penjabat Gubernur Sumut Agus Fatoni mengatakan, Sumut sudah siap menyelenggarakan PON. Sebagian besar arena pertandingan telah siap digunakan.

Pembangunan yang belum rampung tinggal Stadion Utama di Sport Centre Sumut, Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang. Pengerjaan stadion ini baru memasuki 81 persen. Pihaknya memperkirakan bangunan selesai pada pertengahan Agustus.

Untuk menggencarkan pembangunan, saat ini pengerjaan stadion dilakukan secara intensif. Selain menambah tenaga dan jumlah sifkerja, pembangunan juga ditinjau langsung oleh pemerintah agar progresnya bisa terpantau.

Proses pembangunan Stadion Utama Sumut untuk penutupan PON 2024 di Sport Centre Sumut di kawasan Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Kamis (7/3/2024).

Semula, stadion itu akan dibangun dengan kapasitas sekitar 75.000 penonton yang memakan anggaran Rp 1,8 triliun.

”Secara keseluruhan, kami sudah siap. Stadion Utama, karena dipakai untuk penutupan dan tidak digunakan untuk pertandingan, juga sudah siap. Kami yakin akan selesai tepat waktu,” ucap Agus.

Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ahmad Saefudin menambahkan, bersama PB masing-masing wilayah, pihaknya juga sudah mempersiapkan rancangan pembukaan dan penutupan. Ini menambah optimisme PON akan berjalan sesuai rencana dan terselenggara dengan sukses. [Kompas.com]

Stay Connected

16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News