Kematian Maradona Dianggap Janggal, Terungkap dari Pengakuan Perawat

BUENOS AIRES | Seorang perawat yang bertugas mengecek kondisi Diego Maradona mengaku ia tidak melakukan pemeriksaan di hari legenda sepak bola itu meninggal karena serangan jantung.

Pengungkapan ini menambah semakin banyak teka-teki terkait penyebab meninggalnya Maradona, termasuk klaim bahwa hidupnya masih bisa diselamatkan.

Perawat yang bekerja untuk legenda sepak bola tersebut mengatakan kepada penyidik bahwa ia berbohong jika memeriksa kliennya pada pagi saat Maradona meninggal.

Baca : Diego Maradona Meninggal, Ini Riwayat Penyakitnya

Dalam sebuah laporan dari Mirror, para perawat yang bertugas mengatakan bahwa pada pukul 6.30 pagi waktu setempat. Maradona masih bernapas dengan normal. Kemudian perawat lain yang bertugas pada gilirannya mengatakan dia mendengar Maradona pergi ke toilet pada pukul 07.30 pagi waktu setempat tetapi tidak memeriksa ke kamarnya.

Ia kemudian mengklaim telah mencoba memeriksa tanda-tanda vital Maradona di pukul 9.20 pagi tetapi ditolak. Namun sebuah laporan menyatakan klaim tersebut merupakan sebuah kebohongan.

“Apa yang ditambahkan saksi, adalah bahwa dia diminta untuk menulis dalam laporan untuk Medidom bahwa dia telah mencoba untuk memantau tanda-tanda vital Maradona namun kenyataannya dia membiarkannya beristirahat.” ujar penyelidik.

Perawat mengatakan bahwa ketika dia melihat Maradona pada siang hari, waktu kritis saat ia hampur meninggal namun tidak responsif memberi pijat jantung atau resusitasi mulut ke mulut.

Pihak Medidom, firma medis yang menangani sang legenda sepak bola tersebut, belum menanggapi laporan yang dikeluarkan oleh Mirror.

Baca : Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

Jaksa penuntut saat ini tengah menganalisis rekaman CCTV dari perkebunan tempat tinggal Maradona dan telepon genggam perawat yang menjaganya beberapa jam sebelum kematiannya.

Hasil awal post-mortem mengungkapkan Maradona meninggal setelah mengalami gagal jantung yang menyebabkan pembekuan darah.

Namun pengacara Maradona, Matias Morla, mengklaim legenda yang diberi julukan ‘Tangan Tuhan’ itu tidak menerima pemeriksaan medis dalam 12 jam terakhir. Dia juga mempertanyakan keputusan dokter yang mengizinkan Maradona meninggalkan rumah sakit hanya delapan hari setelah operasi otaknya. [DETIK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Dayah Serambi Mekkah Terbakar, Tarmizi, SP: Saya sudah perjuangkan Rp 500 Juta

Banda Aceh | AcehJurnal.com - Anggota DPRA, Tarmizi SP menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran yang menimpa Pesantren Serambi Mekkah. Perlu diketahui, dayah besutan Almarhum...

30 Bilik Santri Dayah Serambi Mekkah di Aceh Barat Terbakar

Meulaboh | AcehJurnal.com - Tiga Puluh bilik atau rangkang santri di Pesantren Serambi Mekkah Gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat pada Kamis...

Soal Aceh Siap Gelar Pilkada 2022, Begini Kata Safaruddin

Banda Aceh | AcehJurnal.com - Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin mengatakan Aceh sudah siap menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Aceh tahun 2022 mendatang....

BERITA TERKAIT

Dayah Serambi Mekkah Terbakar, Tarmizi, SP: Saya sudah perjuangkan Rp 500 Juta

Banda Aceh | AcehJurnal.com - Anggota DPRA, Tarmizi SP menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran yang menimpa Pesantren Serambi Mekkah. Perlu diketahui, dayah besutan Almarhum...

30 Bilik Santri Dayah Serambi Mekkah di Aceh Barat Terbakar

Meulaboh | AcehJurnal.com - Tiga Puluh bilik atau rangkang santri di Pesantren Serambi Mekkah Gampong Blang Beurandang Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat pada Kamis...

Soal Aceh Siap Gelar Pilkada 2022, Begini Kata Safaruddin

Banda Aceh | AcehJurnal.com - Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin mengatakan Aceh sudah siap menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Aceh tahun 2022 mendatang....