Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak Marak, Darwati Minta Pelaku Dihukum Berat

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Anggota DPR Aceh, Darwati A. Gani meminta kepada pelaku kejahatan seksual di Aceh agar dapat dikenakan sanksi berat. Keprihatinan ini disampaikan politisi PNA ini menyikapi maraknya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur di Aceh.

Dalam sidang paripurna DPR Aceh terkait pengumuman anggota Komisi Informasi Aceh (KIA) pada Selasa (27/10), istri Gubernur Aceh periode 2007-2012 ini mengaku sedih. Apalagi kasus ini kian marak terjadi sehingga mencoreng nama baik Aceh sebagai Bumi Serambi Mekkah.

“Sebagian kasus pelecehan seksual yang menimpa perempuan dan anak dibawah umur justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban, mulai dari teman, tetangga bahkan orang terdekat di keluarga,” kata Darwati A. Gani.

Darwati menambahkan, korban kejatan seksual tersebut juga menimpa perempuan dan anak-anak yang tinggal di sebuah yayasan tertentu. Parahnya lagi, pelecehan itu justru dilakukan oleh oknum-oknum tertentu di yayasan tersebut. Mulai dari pimpinan hingga staf di yayasan seperti yang terjadi beberapa waku lalu. Bahkan, ia juga menyayangkan hukuman cambuk yang dikenakan kepada pelaku juga dianggap masih sangat ringan.

“Jika dalam upaya eksekusi cambuk ternyata pelaku sedang dalam kondisi tidak sehat, justru batal dihukum cambuk dan tidak dipenjara,” kata Darwati A. Gani.

Darwati menambahkan, ketika pelaku bebas setelah mendapat hukuman cambuk justru menjadi momok menakutkan bagi korban. Pasalnya, katanya lagi, korban akan kembali ketakutan bahkan trauma ketika melihat pelaku kembali berkeliaran bebas di lingkungannya. Terlebih lagi jika pelakunya adalah tetangga atau kerabat keluarga korban.

“Untuk itu, kita meminta agar ke depan hukuman bagi pelaku pelecehan seksual di Aceh tidak hanya menerima hukuman cambuk berdasarkan Qanun Jinayah, tapi harus menerima hukuman berlapis. Tujuannya agar menimbulkan efek jera bagi pelaku,” pungkasnya. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT