Acehjurnal.com – Kafilah Aceh secara resmi menggelar kegiatan Cross Culture Training Center sebagai persiapan menghadapi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional Tahun 2025. Pembukaan acara dipimpin langsung oleh Koordinator Kafilah Aceh, Ustadz H Muzakir SAg, di Aula Diana Hotel, Banda Aceh, pada 28 September 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 29 September 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan intensif menuju ajang internasional perdana MQK. Kompetisi tersebut rencananya akan diselenggarakan di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–6 Oktober 2025.
Dalam arahan pembukaannya, Ustadz H. Muzakir SAg yang didampingi Tgk Zarkasyi MPd menekankan pentingnya pelatihan ini. Beliau menyatakan bahwa Cross Culture Training Center tidak hanya berfokus pada penguatan akademik dan keterampilan membaca kitab turats.
“Persiapan ini penting agar Kafilah Aceh tampil percaya diri, menjaga marwah, dan mampu berkompetisi di level internasional,” tegas Ustadz H. Muzakir SAg saat memberikan pengarahan. Pernyataan ini disampaikan di hadapan seluruh peserta pelatihan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelatihan ini juga membekali peserta dengan wawasan lintas budaya, pembinaan mental, dan pembentukan soliditas tim. Hal ini dianggap crucial mengingat karakter kompetisi internasional yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya.
Kegiatan training center akan ditutup dengan acara pelepasan resmi Kafilah Aceh oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari. Acara penutupan dijadwalkan berlangsung pada malam hari tanggal 29 September 2025.
Setelah acara pelepasan, rombongan Kafilah Aceh dijadwalkan segera bertolak menuju lokasi kompetisi. Keberangkatan menuju Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, direncanakan pada tanggal 30 September 2025.
Dengan mengikuti pelatihan ini, Kafilah Aceh menargetkan capaian prestasi terbaik di MQK Internasional. Optimisme ini didasarkan pada tradisi positif yang telah dibangun sebelumnya.
Pada MQK Nasional 2023 di Lamongan, Jawa Timur, Kafilah Aceh berhasil menempati posisi lima besar. Pencapaian ini menjadi motivasi untuk menembus tiga besar pada ajang internasional kali ini.
Seluruh persiapan dan pelatihan diharapkan dapat memantapkan kesiapan mental dan akademik peserta. Dengan demikian, Kafilah Aceh dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di kancah internasional.
Kegiatan Cross Culture Training Center ini menjadi bukti keseriusan Kafilah Aceh dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat dunia. Semua elemen pelatihan dirancang untuk menghadapi tantangan kompetisi internasional.
Melalui persiapan yang matang ini, Kafilah Aceh berharap dapat mengharumkan nama daerah dan bangsa di ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk kesuksesan kontingen Aceh.
Sumber: Original Content



