Banda Aceh | AcehJurnal.com – Wakil Presiden periode 2004-2019, Jusuf Kalla optimis jika Aceh menjadi daerah maju dan bangkit dari keterpurukan. Ini terlihat dari persiapan masyarakat Aceh dalam momentum peringatan hari damai.
“Saya sangat yakin Aceh bisa bangkit lebih maju dari sebelumnya. Dari sekarang sudah terlihat adanya persiapan untuk kemajuan. Sebab tanpa persiapan, orang Aceh hanya memperingati damai dengan mengeluh,” ujar Wapres Jusuf Kalla pada puncak peringatan 18 tahun Damai Aceh di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh, Selasa (15/8/2023).
Perlu diketahui, puncak peringatan 18 tahun Hari Damai Aceh ini dihadiri langsung oleh inisiator damai, Jusuf Kalla. Mantan Wapres RI ini tiba bersama rombongannya dengan menumpang pesawat pribadi disambut hangat oleh Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar, PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dan Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yaya. Bersama rombongan JK, turut juga hadir tokoh Aceh Mustafa Abubakar yang juga mantan Menteri BUMN RI.
Turut dihadiri unsur Forkupimda Aceh, Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, ketua KPA wilayah ban sigom Aceh, Pangdam IM, Kapolda Aceh dan perwakilan duta besar negara sahabat.
Sang inisiator damai RI-GAM ini menjelaskan, peringatan Hari Damai Aceh jangan hanya sebatas seremonial saja. Namun rakyat Aceh juga harus tetap bekerja dan berusaha untuk menjadi lebih baik ke depan. Sebab, tanpa dibarengi dengan kerja keras maka tidak akan mencapai hasil lebih baik. Ia meminta agar peran dan dukungan Pemerintah Aceh sangatlah penting untuk membangun Aceh menjadi daerah makmur dan sejahtera.
“Saya percaya, orang Aceh akan terus berusaha dan melakukannya menjadi lebih baik ke depan,” ujar Jusuf Kalla.
Sapaan akrab JK mengaku, Aceh yang notabenenya dikenal sebagai daerah kaya dan maju harus menjadi barometer untuk daerah lainnya di Indonesia. Meski saat ini, JK mengaku, Aceh secara statistik merupakan daerah miskin dan tertinggal. Namun nyatanya semangat besar orang Aceh sudah dikenal sejak dulu.
“Sepanjang jalan, saya lihat bangunan-bangunan Aceh berdiri kokoh. Begitu juga kendaraan yang padat di sepanjang jalan, ini membuktikan rakyat Aceh masih sejahtera. Apalagi semangat orang Aceh dikenal dengan entrepreneur yang kuat sejak zaman dulu. Bahkan dulu di Medan, pengusaha terkenal itu adalah orang Aceh sehingga disana dulu orang Aceh yang kuat, bukan Medan,” tambah JK.
JK berharap, Aceh yang merupakan salah satu daerah istimewa dari daerah lain karena adanya dana otonomi khusus (otsus). Begitu juga dengan sumber daya alam yang melimpah sehingga Aceh berpotensi untuk menjadi daerah maju ke depan.
Salah satunya ditemukannya sumber minyak di lautan Aceh. Ia juga mendorong agar Pemerintah Aceh terus mengirim anak-anak Aceh untuk menimba ilmu perminyakan di luar negeri. Sehingga, generasi Aceh dalam waktu 10 tahun ke depan nantinya dapat mengelola sumber minyak untuk kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi ditemukannya lagi sumber minyak di Aceh, harus kita syukuri. Sebab ini menjadi pendapatan luar biasa untuk Aceh. Sebab Aceh mendapat jatah 70 persen, sementara di negara lain hanya dapat 15 persen saja,” ujar JK lagi.
Pada peringatan Hari Damai Aceh, turut juga dibagikan sertifikat lahan pertanian yang pantas (layak) di Kabupaten Aceh Jaya seluas 792 hektare (ha) kepada 520 orang penerima. Ketua BRA Suhendri mengatakan, saat ini pihaknya bersama kementerian/lembaga terkait, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota dan dinas pertanahan di Aceh telah membagikan 5.934,42 hektare tanah pertanian yang pantas kepada 3.059 penerima.
Mereka terdiri atas eks kombatan, mantan tapol/napol, dan warga sipil korban konflik Aceh. Mereka akan mendapat jatah masing-masing 2 hektare lahan pertanian per orangnya. []