BANDA ACEH – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh memberikan Anugerah Rakan JMSI Aceh kepada sejumlah tokoh pemerintah, lembaga, dan figur publik. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan ekosistem media di Aceh.
Penyerahan anugerah dilaksanakan dalam momentum Musyawarah Daerah JMSI Aceh. Acara tersebut berlangsung di Kota Banda Aceh pada Rabu malam, 19 November 2025.
Para penerima penghargaan terdiri dari pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Mereka antara lain Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun, dan Ketua DPRA Zulfadhli.
Penerima lainnya adalah Plt Kepala Dinas SDA Aceh Erwin Ferdinansyah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, Kepala BPMA Aceh Nasri Djalal, serta Pengusaha Muda Berprestasi Rizky Syahputra.
Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, menjelaskan makna pemberian penghargaan ini. “Penghargaan ini diberikan atas kontribusi dan dukungan untuk JMSI Aceh. Bukan hanya itu, ini adalah bentuk apresiasi kami kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan dan perhatian kepada media di Aceh,” ujar Hendro.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Hendro memaparkan sejumlah capaian penting selama lima tahun terakhir. Salah satu perjuangan JMSI adalah mendorong lahirnya regulasi standar harga iklan pemerintah. Regulasi ini dinilai sangat membantu keberlangsungan perusahaan pers di Aceh.
“Dulu tidak ada standar iklan, kadang dibayar Rp 300 ribu dan sebagainya. Sejak 2020 kami gelisah dan sering bertemu dengan gubernur saat itu. Alhamdulillah lahirlah nomenklatur yang sangat membantu perusahaan pers,” jelasnya.
Hendro juga menegaskan komitmen JMSI Aceh dalam memperkuat verifikasi faktual media. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk jurnalistik tetap dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, JMSI Aceh telah berkontribusi menyelesaikan sekitar 50 persen proses verifikasi media di daerah tersebut.
“Ayolah mendaftar ke Dewan Pers. Setiap berita harus bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga berhasil membangun cabang di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Utara, dan Lhokseumawe,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa. Dalam sambutannya, ia menegaskan Aceh memiliki posisi penting dalam sejarah pembentukan JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber di Indonesia.
“Aceh adalah pondasi utama JMSI. Aceh punya kontribusi besar sejak awal pendirian. Kami berterima kasih kepada kawan-kawan di Aceh, terutama Akhiruddin dan Hendro Saky, yang bekerja keras membesarkan JMSI,” kata Teguh.
Teguh menyampaikan harapan untuk kepengurusan JMSI Aceh periode kedua. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperluas program literasi digital, terutama isu anti-hoaks, serta memperkuat kualitas perusahaan pers melalui peningkatan profesionalitas wartawan.
“Periode ini tanggung jawabnya lebih besar, harus melampaui isu anti-hoaks saja. Wartawan profesional bekerja di media profesional, dan media profesional mempekerjakan wartawan profesional,” kata Teguh menutup sambutannya.[]



