Isu Dahlan “Minta Diganti” sebagai Ketua DPRA, Sinyal Lempar Handuk?

 Banda Aceh | AcehJurnal.com – Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin mulai memberikan “sinyal” agar dirinya segera diganti. Pernyataan itu disampaikan Dahlan saat bertemu sejumlah Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Bahkan, pernyataan “lempar handuk” atau menyerah pernah disampaikannya pada beberapa pertemuan dengan elit kombatan GAM dengan alasan beban berat dipikulnya selama ini.

“Beberapa bulan lalu saat berjumpa, Dahlan minta dirinya segera diganti. Katanya ia sudah tak sanggung lagi,” kata salah satu Ketua KPA kepada AcehJurnal.com pada Minggu (27/6/2021).

Bahkan, politikus Partai Aceh Dapil 2 meliputi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya ini juga meminta kepada elit KPA untuk menggantikannya sebagai orang nomor satu di Parlemen Aceh tersebut. Bahkan jauh sebelum dirinya minta mundur, isu pergantian Ketua DPR Aceh juga menjadi perbincangan hangat dalam internal KPA/PA. Meski isu ini pergantian Dahlan terus bergulir, katanya lagi, seluruh kewenangan itu sepenuhnya diserahkan kepada Mualem sebagai “peuneutoh”.

“Nyan mandum preh peuneutoh Mualem,” sambungnya.

Salah satu narasumber juga mengaku, isu pergantian Dahlan Jamaluddin sebagai Ketua DPRA juga sempat dibahas pada sejumlah pertemuan antara KPA/PA/ beberapa waktu lalu. Diantaranya, pada pertemuan Eks Tripoli di Wilayah Pase beberapa waktu lalu. Kabarnya, Mualem selaku pimpinan tertinggi Partai Aceh juga sudah menyiapkan calon pengganti.

“Sesuai hasil musyawarah internal, Dahlan akan menjabat sebagai Ketua DPR Aceh selama 2,5 tahun. Sisanya akan d

Advertisement

ijabat oleh calon penggantinya,” kata sumber internal KPA/PA tersebut.

Kendati demikian, narasumber ini enggan menjelaskan sosok yang akan menjadi pengganti Dahlan Jamaluddin pada tampuk pimpinan DPR Aceh.

Begitu halnya pada pertemuan dan rapat tertutup dengan anggota DPRA di kantor Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Jalan Mohammad Hasan, Lueng Bata, Banda Aceh pada Selasa (15/6/2021) lalu. Dalam pertemuan itu, isu pergantian Dahlan sebagai Ketua DPRA juga dibahas.

Juru bicara Partai Aceh ketika dikonfirmasi pekan lalu mengaku, Mualem juga memberikan “warning” atau peringatan keras kepada anggota DPRA agar meningkatkan etos kerjanya lebih baik lagi.

Bahkan, Mualem juga menegaskan siap mengevaluasi berupa sanksi tegas pencopotan kepada seluruh anggota DPRA. Tak terkecuali untuk Ketua DPRA karena selama ini dianggap tidak mampu merangkul dan membangun komunikasi sehat antar sesama, baik dalam internal Fraksi Partai Aceh maupun dengan anggota DPRA lainnya.

“Pada pembahasan anggaran ke depan, Mualem akan terus memantau kinerja anggota DPRA agar tidak dianggap lost dari pengawasan. Sehingga nantinya akan berpihak kepada seluruh rakyat Aceh. Padahal, jika fungsi dewan berjalan dengan baik, semua persoalan dan carut marutnya kondisi perekonomian masyarakat Aceh di tengah wabah pandemi ini bisa diatasi dengan baik,” ucap Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri kepada AcehJurnal.com via sambungan telepon, Rabu (16/6/2021) lalu. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT