Iran Miliki Drone dengan Jangkauan 7.000 Km, Israel Mudah Dijangkau

Teheren – Iran sekarang memiliki drone militer dengan jangkauan 7.000 km (4.375 mil), yang berarti wilayah Israel sangat mudah dijangkau.

Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, mengungkapkannya pada hari Minggu. Perkembangan tersebut dapat dilihat oleh Washington sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.

Pernyataan Salami muncul ketika Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) sedang dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

“Kami memiliki kendaraan udara tak berawak (drone) dengan jangkauan panjang 7.000 kilometer. Mereka dapat terbang, pulang, dan mendarat di mana pun mereka berencana,” kata Salami seperti dikutip oleh kantor berita negara Iran, IRNA.

Dengan jangkauan operasional seperti itu, drone Iran yang baru akan dengan mudah menjangkau Israel, salah satu musuh bebuyutannya. Itu juga mampu mencapai bagian yang jauh hingga Eropa, sebagian besar Afrika, Asia dan Rusia, dan kembali lagi setelah menjalankan misi.

Terlepas dari jangkauan penerbangannya yang mengesankan, drone Iran yang baru masih jauh dari mencapai ketinggian beberapa UAV terbesar di dunia. Misalnya, Global Observer Stratospheric Persistent UAS, sebuah proyek yang dikelola oleh US SOCOM, mampu bertahan di udara hingga satu minggu dan terbang lebih dari 725.000 kilometer.

Advertisement

Para analis militer Barat selama ini mengatakan Iran terkadang melebih-lebihkan kemampuannya, tetapi drone adalah elemen kunci dalam pengawasan perbatasan Teheran, terutama perairan Teluk di sekitar Selat Hormuz, tempat seperlima dari pasokan minyak dunia lewat.

Iran dan pasukan regional yang didukungnya semakin mengandalkan drone di Yaman, Suriah, Irak dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Presiden AS Joe Biden sedang berusaha untuk menghidupkan kembali dan akhirnya memperluas pakta nuklir untuk memberikan batasan yang lebih besar pada program nuklir dan rudal Iran, serta membatasi kegiatannya.

Teheran telah mengesampingkan negosiasi mengenai rudal balistik dan perannya di Timur Tengah, di mana Iran dan Arab Saudi terlibat dalam perang proksi. [Sindonews]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT