EKUADOR – Entah apa yang merasuki keluarga dan pengikut Julian Sevillano, kartel narkoba asal Ekuador. Pasalnya, bos narkoba kakap asal Amerika Selatan ini baru saja tewas dihujani peluru lawannya yang juga geng narkoba.
Dilansir New York Times, gembong narkoba yang dijuluki “El Fatal” merupakan pimpinan kartel lokal bernama “Los Fatales”. Pria berusia 39 tahun ini tewas dibunuh dan dimakamkan dengan ratusan senjata api berbagai jenis. Senjata api itu ditempatkan dalam peti matinya itu oleh kerabat dan anak buahnya. Alasannya, dirinya dipersenjatai lengkap agar dapat melindunginya dari kubur.
Kronologisnya, Sevillano bersama anak perempuannya yang masih berusia 20 tahun sedang mencuci mobil di rumahnya di kota Moroche pada Rabu (13/9/2023) lalu. Tiba-tiba ia diberondong tembakan oleh sekelompok pria bersenjata.
BACA JUGA : Lima Bandar Narkoba Divonis Hukuman Mati di Aceh
Media lokal Ekudor, La Nacion menyebutkan bahwa, Sevillano bersama putrinya itu tewas diberondong lebih dari selusin tembakan. Serangan mematikan itu diduga didalangi oleh anggota geng kriminal saingan dari Los Fatales.
Keesokan harinya, kerabatnya menggelar ritual pemakaman besar-besar untuk Sevillano dan putrinya. Bahkan, keluarganya menolak menyerahkan jenazah kepada pihak kepolisian setempat.
Foto-foto dan video memperlihatkan jenazah Sevillano terbaring kaku di peti mati yang terbuka. Kemudian, sejumlah orang bergegas meletakkan senjata api berbagai jenis di atas jenazahnya. Sontak, videonya mendadak viral di jejaring media sosial.
Ratusan senjata api berbagai jenis, mulai dari pistol, shotgun hingga senapan, diletakkan di atas jenazah Sevillano di dalam peti. Hal itu disebut-sebut agar Julian ‘dipersenjatai sepenuhnya untuk membela diri saat siksa kubur di akhirat nanti.
Terkait serangan yang menewaskan Sevillano, otoritas setempat meyakini bos kartel Los Fatales itu mungkin dibunuh untuk membahas kejahatan yang dilakukan sebelumnya. Pasalnya, semasa hidupnya ia memiliki catatan kriminal atas kasus pembunuhan sebelumnya.
Sevillano pernah ditangkap tahun 2005 lalu terkait kasus pembunuhan Wakil Wali Kota Mocache saat itu, Bolivar Cordero Candelariz (57), dan putranya yang bernama Yogar Cordero Milina (35). Namun, ia kembali dibebaskan beberapa bulan kemudian. []



