Hijrah Imam Ahmad bin Isa Al Muhajir dari Bashrah ke Husaisah

2 Pejabat SKPK Agara Ditangkap Pesta Narkoba, Ini Kata Wakil Bupati

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM - Terkait ditangkapnya dua pejabat SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kabupaten) Aceh Tenggara dan seorang ASN oleh Polrestabes Medan, dalam kasus narkoba,...

Plt Gubernur Aceh Tinjau Lokasi Main Stadium PON 2024

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Harian KONI Aceh, Abu Razak, meninjau lokasi pembangunan Main Stadium PON...

Di Aceh, Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 134 Orang

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Peta Zona Risiko peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh berubah lagi. Aceh Barat Daya bertahan sebagai zona kuning...

Mentan Panen Raya di Aceh Besar

JANTHO | ACEHJURNAL.COM - Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya di Gampong Tumbo Baro Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Rabu (30/9)....

Kadisdik Aceh : Pembelajaran Yang Baik Akan Menghasilkan Lulusan Yang Berkualitas

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri memantau proses pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilaksanakan di sejumlah Sekolah...

Oleh: Athaillah*

Untuk mencari jalan aman, Imam Ahmad bin Isa bersama rombongan keluarga Ahlul Bait Nabi saw. keluar dari Bashrah (Iraq) sekitar tahun 317 H ke Madinah melalui jalur ‘Abr Syam.

Rombongan tiba ke Madinah melewati jalan Tabuk. Dan berdiam selama setahun penuh pada pertengahan kedua dari tahun 318 H. Kemudian menuju Makkah pada tahun tersebut untuk menunaikan haji.

Pada musim haji Imam Muhajir bertemu dengan sejumlah rombongan dari Taha’im dan Hadramaut. Mereka bergembira dengan pertemuan tersebut, selama menemani Imam Muhajir mereka melihat dalam dirinya dipenuhi ilmu dan akhlak yang mulia. Dan mereka meminta imam Muhajir untuk ikut bersama mereka ke Hadramaut.

Berangkatlah ke Hadramaut melalui jalan Yaman. Ketika tiba di wadi Siham beliau tinggal sebentar. Dan tinggal disitu kakek dari keturunan saadah al Ahdal di wadi Sardad yang sebelumnya ikut dalam rombongan Imam Muhajir.

Kemudian Imam Muhajir sampai ke Jubail, lalu Hijrain. Di Hijrain beliau membangun rumah dan membeli kebun kurma.

Kemudian setelah keluar dari Hijrain bertemu Imam Muhajir dengan bani Jusair yang sedang mendapati kemalangan dekat dengan desa Bur. Dari Bur ke Husaisah. Menetap hingga wafatnya.

Hanya terdapat satu alasan mengapa beliau hijrah. Menjauhi fitnah yang yang besar yang sedang melanda di seluruh Iraq. Demi terhindar dari bahaya tersebut, beliau mengambil keputusan untuk meninggalkan Iraq dan segala kemewahannya menuju Hadramaut. Sebuah wilayah yang dicirikan oleh dataran kering tinggi berbatu yang mencapai ketinggian 900 m-1.400 m, dipisahkan oleh banyak wadi (lembah) dan padang pasir yang luas.

Husaisah awalnya hanya sebuah desa yang tak berpenghuni. Setelah Sayidil Habib Abubakar al Adni membina Ribat dan kuliah Wasatiyah, kehidupannya mulai terlihat.

Husaisah tentu bukan Tarim yang diakui sebagai pusat teologis, yuridis, dan akademis di Lembah Hadhramaut. Tetapi, dari Husaisah (desa tua yang hampir terlupakan) lah awal lahirnya keilmuan tersebut. Dari beliau (Imam muhajir) keturunan Nabi Muhammad (sayyid) dari bani Alawiyin bermula.

Nama lengkap beliau adalah Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali al Uraidhi bin Ja’far as Shadiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, suami Sayyidah Fathimah Az-zahra binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di Husaisah lah Imam Muhajir dikebumikan. Di tempat yang jauh dari kehidupan manusia. Diatas bukit yang dulunya sangat sulit untuk di daki. Sekarang, untuk para penziarah dapat dengan mudah untuk mencapai makam. Ada dua jalan yang bisa dilewati ; lewat anak tangga sebelah timur laut atau melalui jalan beraspal yang sudah dapat dilalui motor atau mobil.

Malam ini (11 Muharram) pmbukaan dan puncaknya pada tanggal 14 Muharram Ribat Imam Muhajir dan Kuliah Wasatiyah melaksanakan hauliyahnya (hari masuknya imam Muhajir ke Husaisah).

Telah berkata Habib Ahmad Al Attas didalam kitab Tazkirunnas: Saya bermimpi Rasulullah saw dan saya bertanya apakah Rasulullah ridha atas keluar (hijrah) nya Sayidina Ahmad Bin Isa Radhiallahu ‘anhu ke Hadramaut? Maka berkata Rasulullah: Saya senang atas apa yang di senangi Ahmad.

Di Husaisah tidak hanya di semayamkan Imam Muhajir Ahmad bin Isa tetapi telah di semayamkan juga Imam Ahmad bin Muhammad bin Abubakar al Habsyi (yang dikenal dengan Syahibul Syi’ib). Seorang Imam dan buyut untuk lebih dari setengah keturunan Habsyi diseluruh penjuru.

*Penulis adalah santri di Ribat Al Muhajir, Hadramaut, Yaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

2 Pejabat SKPK Agara Ditangkap Pesta Narkoba, Ini Kata Wakil Bupati

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM - Terkait ditangkapnya dua pejabat SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kabupaten) Aceh Tenggara dan seorang ASN oleh Polrestabes Medan, dalam kasus narkoba,...

Plt Gubernur Aceh Tinjau Lokasi Main Stadium PON 2024

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Harian KONI Aceh, Abu Razak, meninjau lokasi pembangunan Main Stadium PON...

Di Aceh, Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 134 Orang

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Peta Zona Risiko peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh berubah lagi. Aceh Barat Daya bertahan sebagai zona kuning...

Related Articles

2 Pejabat SKPK Agara Ditangkap Pesta Narkoba, Ini Kata Wakil Bupati

KUTACANE | ACEHJURNAL.COM - Terkait ditangkapnya dua pejabat SKPK (Satuan Kerja Perangkat Kabupaten) Aceh Tenggara dan seorang ASN oleh Polrestabes Medan, dalam kasus narkoba,...

Plt Gubernur Aceh Tinjau Lokasi Main Stadium PON 2024

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua Harian KONI Aceh, Abu Razak, meninjau lokasi pembangunan Main Stadium PON...

Di Aceh, Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 134 Orang

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Peta Zona Risiko peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh berubah lagi. Aceh Barat Daya bertahan sebagai zona kuning...