Acehjurnal.com – Gubernur Aceh meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan inflasi di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur, Banda Aceh, Senin (12/6).
Gubernur menekankan pentingnya peran aktif TPID dalam memantau perkembangan harga berbagai komoditas pokok. “Kita harus waspada terhadap fluktuasi harga yang dapat memicu inflasi,” ujarnya.
Ia meminta seluruh anggota TPID untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antarinstansi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Koordinasi yang baik antara dinas terkait, Bank Indonesia, dan pihak lain sangat diperlukan,” tambah Gubernur. Menurutnya, pemantauan harus dilakukan secara berkala dan responsif.
Gubernur juga menginstruksikan agar TPID memperkuat sistem pemantauan harga di pasar-pasar tradisional dan modern. Data yang akurat dan real-time diperlukan untuk mengambil kebijakan tepat.
Selain itu, ia meminta agar sosialisasi kepada masyarakat mengenai harga wajar terus digencarkan. “Masyarakat harus tahu harga standar sehingga tidak mudah terdorong spekulasi,” tegasnya.
TPID diharapkan dapat merespons cepat setiap gejolak harga yang terjadi di lapangan. Langkah antisipatif dinilai lebih efektif daripada menunggu inflasi terjadi.
Gubernur optimistis, dengan kerja sama semua pihak, inflasi di Aceh dapat dikendalikan. “Kita memiliki sumber daya dan mekanisme yang memadai,” ungkapnya.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia, dinas perdagangan, serta instansi terkait lainnya. Mereka sepakat untuk memperkuat langkah-langkah pengawasan.
Evaluasi kinerja TPID juga akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program yang dijalankan. Gubernur berharap inflasi Aceh tetap dalam batas aman.
“Dengan pengendalian yang baik, kita bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Gubernur menutup rapat.
Sumber: Kantor Berita Pemerintah Aceh



