Acehjurnal.com – Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, secara resmi melantik Ketua dan anggota Baitul Mal Aceh untuk masa jabatan 2025–2030 di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, pada Senin (10 Maret 2025). Pelantikan ini menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di lembaga pengelola dana umat tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menekankan pentingnya peran Baitul Mal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Baitul Mal Aceh memiliki peran strategis dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat,” ujar Achmad Marzuki.
Gubernur berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara profesional dan transparan. “Saya berharap kinerja Baitul Mal Aceh periode ini lebih baik dari sebelumnya, dengan mengutamakan akuntabilitas dan inovasi,” tambahnya.
Pelantikan ini dilakukan setelah melalui proses seleksi yang ketat oleh tim formatur. Para anggota yang dilantik dinilai memenuhi kriteria integritas dan kompetensi di bidangnya masing-masing.
Ketua Baitul Mal Aceh terpilih menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. “Kami akan mengoptimalkan pengelolaan dana sosial keagamaan untuk program-program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berjanji untuk meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak. “Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga filantropi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.
Pada periode sebelumnya, Baitul Mal Aceh telah mencatat sejumlah prestasi dalam penyaluran bantuan. Lembaga ini berperan penting dalam program bantuan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi umat.
Ke depan, fokus kerja akan diarahkan pada program berkelanjutan. “Prioritas kami adalah program yang memberikan dampak jangka panjang, khususnya di sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi,” papar Ketua Baitul Mal.
Gubernur Aceh mengingatkan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan dana. “Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kegiatan,” pesan Achmad Marzuki.
Pelantikan ini dihadiri oleh pejabat terkait, unsur muspida, dan perwakilan organisasi masyarakat. Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan Baitul Mal Aceh dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan daerah. Lembaga ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.
Masa bakti 2025–2030 menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kontribusi Baitul Mal Aceh. Semua pihak diharapkan mendukung penuh kinerja lembaga ini demi kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sumber: Keterangan Pers Sekretariat Daerah Aceh



