Gencar Covid-19 Dilanjutkan, Gubernur Aceh Apresiasi Tenaga Medis

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

Polemik di MAA, Usman Lamreueng Minta Gubernur Aceh Segera Lantik Badruzzaman Sebagai Ketua

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Kisruh Majelis Adat Aceh (MAA) mulai menyita perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Akademisi Universitas Abulyatama, Usman Lamreueng mangatakan, polemik...

Tak Diberi Uang, Anak Tebas Ayah Kandung di Bireuen

BIREUEN | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Suka Ramai, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen geger. Dua warga desa setempat, M. Yusuf (64) dan Jufri (60) terpaksa...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengapresiasi seluruh masyarakat Aceh, khususnya tenaga kesehatan yang telah bekerja ekstra selama pengaktifan program Gerakan Nakes cegah Covid-19 atau Gencar. Program itu dinilai sukses, untuk itu gubernur menginstruksikan agar Gencar dilanjutkan.

“Gerakan Nakes Cegah COVID-19 atau Gencar telah menekan angka positif dan perlu dilanjutkan. Nakes akan terus mendata, memantau, memberi konsultasi, dan akan memandu warga baik untuk pencegahan maupun untuk penanganan virus corona,” kata Sekda Aceh dr. Taqwallah, sesuai arahan dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Rabu (11/11).

Taqwallah mengatakan, suksesnya program Gencar tak lepas dari dukungan semua unsur. Mulai dari TNI, Polri, Forkopimda Kabupaten/Kota, para ulama, OKP dan Ormas IDI Aceh dan IDI Kabupaten/Kota serta seluruh satgas hingga ke tingkat gampong di seluruh Aceh yang terus bahu membahu mengawal jalannya program tersebut. Secara khusus kata Sekda, Gubernur Nova menyampaikan terima kasih. Ia berharap kerja sama tersebut terus terjalin sehingga upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 di Aceh berjalan lancar.

“Perjuangan dan ikhtiar kita belum selesai. Mari terus saling memperkuat,” kata Sekda Taqwallah.

Taqwallah mengatakan, selama 10 hari pelaksanaan program Gencar yaitu tanggal 1-10 November, tenaga kesehatan mendeteksi 25.264 warga Aceh yang mengalami gejala infeksi gejala saluran pernafasan (ISPA). Sebanyak 24.602 di antaranya bersedia melakukan isolasi mandiri, 93 warga bahkan bersedia di rawat karena memiliki gejala sedang dan berat.

Angka itu tentu belum final. Dari 5 juta lebih warga Aceh, angka penderita ISPA pastinya lebih banyak. Karenanya, tenaga kesehatan akan terus mengawal program Gencar agar seluruh masyarakat Aceh yang punya gejala ISPA bisa menjaga diri dan lingkungan sehingga terhindar dari paparan virus covid-19.

“Gubernur Aceh juga menaruh hormat kepada semua masyarakat yang sudah semakin tinggi kesadaran untuk mencegah diri sejak dini dari terinfeksi virus corona. Bahkan, kesediaan warga untuk segera melakukan penanganan diri atau anggota keluarga dari sejak bergejala ISPA dinilai sangat membantu ikhtiar bersama mengakhiri covid-19 di Aceh,” kata Taqwallah.

Sekda mengimbau agar seluruh masyarakat tidak lengah, tetap waspada, meneruskan apa yang sudah bagus, meningkatkan terus kewaspadaan, dan melanjutkan ikhtiar pencegahan dan penanganan covid-19 di seluruh Aceh. “Semua adalah pahlawan di masa pandemi.”

Senada dengan Taqwallah, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, melaporkan berkat kesadaran masyarakat yang makin tinggi dan ikhtiar semua pihak angka konfirmasi tidak sebanyak sebelumnya. Begitu juga angka kesembuhan, makin tinggi dalam seminggu terakhir, dari 75,8 persen menjadi 80,1 persen.

Disampaikan, dari total kasus 7.690 orang sejak 27 Maret 2020, sudah sembuh sebanyak 6.158 orang, sedang dalam perawatan 1.250 orang, dan meninggal dunia 282 orang.

“Ada 3 kasus konfirmasi baru yaitu dari warga di Banda Aceh. Jumlah ini menunjukkan tren yang terus menurun dan ini karena kesadaran yang makin tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan serta ikhtiar semua pihak,” sebut Hanif.

Hanif menyebutkan peta resiko di Aceh saat ini tidak ada lagi yang berstatus merah. Sementara yang punya resiko sedang ada 20, resiko rendah ada 3 yaitu Abdya, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

Hanif mengingatkan pentingnya meningkatkan disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....

BERITA TERKAIT

Hayeu ! Band “Keubibit” Asal Aceh Sukses Raih AMI Award 2020

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Group Musik etnik asal Aceh Keubibit berhasil meraih Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2020. Pengumuman keberhasilan itu sisampaikan melalui televisi...

Terjaring OTT, KPK Umumkan Status Hukum Wali Kota Cimahi Besok

JAKARTA | Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan suap terkait perizinan rumah sakit masih diperiksa di...

Di Tengah Pandemi, Investor Korea Tertarik Investasi Pengolahan Air Minum di KEK Arun

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Di tengah pandemi covid-19, persahaan asal Korea Selatan, Daejin berencana melakukan investasi di Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Arun kota Lhokseumawe....