Geliat Bisnis Lendir Di Negeri Syariat

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...

Disita KPK Sebagai Barang Bukti Dari Edy Prabowo, Ini Spesifikasi Sepedanya

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memamerkan sejumlah barang bukti dalam kasus korupsi Edhy Prabowo. Salah satunya adalah sebuah sepeda yang diyakini roadbike dengan...

Terkait Kerumuman Habib Rizieq, Polisi Naikkan Kasus Ke Penyidikan

JAKARTA | Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menaikkan status kasus kerumunan di kediaman Rizieq Shihab, Petamburan, Jakarta...

#prostitusinegerisyariat

“Aku memang dianggap hina sama orang. Tapi cuma kerjaan ini yang bisa aku dapatin uang untuk makan dan kos”.

Begitulah sepenggal kalimat yang diucapkan Melati (bukan nama sebenarnya).  Wanita berusia 28 tahun ini kesehariannya bekerja melayani hasrat biologis pria hidung belang di kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Pertemuan tak terjadwal itu sendiri berlangsung pada akhir Januari 2020 lalu di salah satu cafe Banda Aceh. Kepada ACEHJURNAL.COM, perempuan berkulit sawo matang ini mengaku merelakan tubuhnya dijamah para pria yang haus syahwat. Ini semata-mata dilakukan wanita asal Bireuen demi mendapatkan pundi-pundi rupiah. Ia beralasan, bisnis lendir ini semata-mata dilakukannya sebagai penyambung hidup.

“Mau gimana lagi, bang. Orangtua saya kerjaannya serabutan, ibu saya jadi buruh cuci tetangga. Jadi saya gak mungkin nyusahin mereka, karena ada dua orang adik saya yang masih sekolah menjadi tanggungan,” kata Melati.

Perlu diketahui, di provinsi Aceh sendiri, praktik prostitusi berjalan dengan tertutup  dan terstruktur rapi. Ini dikarenakan provinsi paling ujung barat Sumatera tersebut menerapkan aturan Syariat Islam. Dalam aturan tersebut, perempuan tidak diperbolehkan keluar malam, kecuali bersama suami atau keluarganya.

Oleh karena itu, jangan pernah Anda membayangkan perempuan panggilan di Aceh berias seperti wanita penghibur di luar Provinsi Aceh. Mereka tidak tampil dengan wajah menor, dada terbuka serta hanya mengenakan rok mini. Sekilas, pakaian mereka tak berbeda dengan gadis-gadis Aceh pada umumnya. Mereka juga berjilbab, menutup dada dan mengenakan jins ketat.

Dirinya mengaku, ia bersama rekan seprofesinya itu memilih nongkrong di cafe-cafe sambil mengotak-atik ponsel pintar miliknya. Sekali-kali senyum sumringah dari bibir manisnya terlihat mempesona.

Ditanya cara menggaet kliennya, Melati cukup mengandalkan aplikasi WhatApp dan Michat. Tujuannya agar memudahkan mereka melakukan pencarian teman untuk daerah sekitar, sehingga pria hidung belang mudah berinteraksi langsung dan tidak menjadi pusat perhatian publik.

“Kadang-kadang, tamunya ada yang bertemu di suatu tempat atau langsung dijemput ke lokasi,” ucap Melati.

Untuk menikmati keindahan tubuhnya, para tamu harus merongoh kocek sebesar Rp 1 juta. Akan tetapi, ada juga sebagian tamu yang memberikan uang lebih, karena dianggap telah memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan.

Meski demikian, perasaan bersalah dan bahkan menyesal terkadang terlintas di pikirannya tersebut. Saat sendirian di kamar kos, Melati yang hanya mengenyam pendidikan di bangku SMU ini terkadang sering menangis, menyesali mengapa sampai ia tega menjadi wanita pemuas nafsu laki-laki.

“Padahal, keluarga saya di kampung orangnya lumayan taat bergama. Jujur, saya tidak pernah bercita-cita ingin seperti ini. Awalnya saya ke Banda Aceh ini merantau untuk mencari pekerjaan dengan imbalan gaji layak,” kata Melati dengan logat kental ke-Acehannya itu.

Melati mengaku terjun ke bisnis lendir itu, lantaran dipicu sakit hati dan kekesalannya terhadap mantan pacarnya. Kala itu, ia berpacaran dengan seorang pria asal Banda Aceh. Hubungan cinta yang berlangsung selama dua tahun.

Seiring perjalanan waktu, kekasihnya lantas mengajaknya berhubungan intim di rumah miliknya. Atas dasar suka sama suka dan dijanjikan segera menikahinya, Melati luluh atas bujukan maut pria yang konon diketahuinya juga sudah memiliki istri sah.

“Banyak kali pokoknya dia ajak aku maen, bang. Apalagi katanya mau nikahi aku, makanya aku makin sayang dan cinta sama dia. Ternyata, aku malah ditinggalin dan rupanya dia juga udah punya istri sah di Meulaboh,” ucap Melati dengan penuh kesal.

Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, akhirnya Melati berkomunikasi dengan teman-teman lainnya yang sudah duluan menetap di ibukota provinsi Aceh tersebut. Lewat teman itulah, Melati akhirnya bisa mendapatkan rumah kos yang layak. Disana, ia diperkenalan dengan sejumlah pria hidung belang yang memiliki beragam. Mereka siap memberikan imbalan apapun, asalkan tubuhnya siap dicicipi.

“Kadang-kadang, ada bapak-bapak pejabat yang ngajak kami ke luar kota. Bahkan sampai ke Malaysia dan Thailand. Biasanya sampai 3 atau 4 hari, pas pulangnya mereka kadang-kadang mau ajak kami shopping,” kata Melati lagi.

Malam semakin larut, saya pun segera berpamitan. Sebagai imbalannya menjadi narasumber, saya pun bersedia mentraktir makan dan sekaligus memberikan uang tip untuknya.

“Lumayan buat isi bensin dan beli paket,” ucap Melati menutup obrolan. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...

BERITA TERKAIT

Catat! Ini Perubahan Cuti Bersama Akhir Tahun

JAKARTA | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh jajarannya meninjau ulang keputusan cuti bersama akhir tahun 2020 seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 beberapa...

Maradona Dukung Palestina Secara Terbuka

BUENOS AIRES | Beda dengan Leonel Messi yang memilih mendukung Israel, Maradona malah secara terbuka mendukung Palestina. Dan itu masuk akal, sebab selama hidupnya...

Gubernur Aceh Ajak Warga Kenalkan Adat Melalui Platform Digital

BANDA ACEH | ACEHJUNAL.COM - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, kehadiran platform digital di era teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan lembaga Majelis Adat...