Aceh Timur | AcehJurnal.com – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Pengprov FPTI Aceh berkeberatan venue tuan rumah yang awalnya di tetapkan di Gedung Utama USK, kini telah dialihkan ke Aceh Timur.
Hal ini disampaikan Ketua umum FPTI Aceh Mahdi Ismail ketika sedang memanen madu linot (trigona) miliknya.
“Saya sangat menyayangkan Venue Rehab untuk cabor panjat tebing di SK-kan ke Aceh Timur karna di SHB (Stadion Harapan Bangsa) yang menjadi tempat pemusatan dan mencetak Atlet-Atlet berkaliber Nasional hingga Internasional kondisinya harus diperbaiki hingga venuenya standart Internasional (include Indoor)’,” ujar Ketua Umum FPTI Aceh, Mahdi Ismail, Kamis (17/08/2023).
Mahdi menjelaskan, olahraga Panjang tebing saat ini masih terbilang asing sehingga belum sepenuhnya diterima secara luas oleh masyarakat Aceh. Begitu juga halnya, banyak atlet-atlet terbaik yang tergabung dalam pengurus FPTI Aceh juga berdomisili di kota Banda Aceh. Tujuannya untuk memudahkan pihak pengurus untuk menimalisir biaya operasional dalam membina atlet-atlet professional Aceh ke depan.
Sebelumnya, FPTI Aceh telah menyurati beserta DED (Detail Engineering Desain) ) TD PP. FPTI untuk meninjau ulang posisi strategis manfaat pembangunan Venue PON Panjat Tebing yang terintegrasi. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan putra/I Bangsa di kancah dunia. Di masa kepengurusannya itu, Mahdi mengaku masih fokus membina atlet-atlet menjadi lebih professional sehingga dapat mengharumkan nama baik bangsa. Ia meminta kepada pihak terkait untuk meninjau kembali lokasi penentuan venue tersebut.
“Mohon untuk berfikir jernih, jujur dan transparan untuk tujuan jangka panjang dalam membangun karakter putra/i bangsa Aceh dengan olahraga khususnya panjat tebing,” ucap Mahdi Ismail lagi.
Soal pemindahan lokasi venue PON 2024, Mahdi mengaku selama ini pengurus FPTI Aceh tidak pernah dilibatkan. Ia juga mengaku heran mengapa pihaknya tidak dilibatkan, pasalnya secara teknis maupun non teknis, pengurus FPTI Aceh lebih memahaminya.
Kendati demikian, Mahdi tetap menghargai upaya pemerintah Aceh maupun intansi terkait yang memiliki itikad baik untuk membangun venue-venue di daerahnya masing-masing. Ini tidak lepas dari keinginan masing-masing Pemkab/Kota se-Aceh untuk memanfaatkan momennya menjadi tuan rumah.
“Seharusnya, pemerintah perlu melibatkan pengurus FPTI Aceh karena secara teknisnya, mereka sudah ahli di bidangnya masing-masing soal kelayakan pembangunan venue,” pungkasnya. []