[Foto] Melaut di Tengah Pandemi

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Matahari hanmpir tenggelam ke ufuk barat, Minggu (5/10) lalu. Amir dan sejumlah rekan-rekannya dengan perlahan menarik pukat dari laut di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh. Tarek pukat adalah salah satu tradisi menjaring ikan masyarakat Aceh yang sudah turun temurun. Tradisi ini telah dilakoni hampir di seluruh pesisir Aceh sejak masa Kesultanan Aceh pada abad ke-16. Saat menarik pukat, para nelayan berdiri berderatan. Tali yang melilit di pinggangnya itu berkait dengan tali pukat panjang yang menjulur masuk ke laut. Ini bukan hanya sekedar mencari nafkah, namun juga merawat tradisi.

Suasana pukat oleh nelayan di Gampong Jawa Banda Aceh. Foto Taufik Ar Rifai
Suasana pukat oleh nelayan di Gampong Jawa Banda Aceh. Foto Taufik Ar Rifai

Meski di tengah pandemi, tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap melaut seperti biasa. Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menghimbau untuk menghindari keramaian. Mereka beralasan, melaut merupakan satu-satunya mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.“Kalau tidak melaut, anak istri kami makan apa? Itu belum lagi pasokan ikan untuk kebutuhan masyarakat di pasar,” kata Amir, salah satu nelayan asal Gampong Jawa kepada ACEHJURNAL.COM.

Sebelum melaut, kata Amir, nelayan di Aceh sudah dibekali informasi dan tatacara preventif pendemi virus corona atau Covid-19. Tujuannya untuk mengantisipasi agar nelayan di Aceh tidak terpapar virus corona saat melaut.

Kapal nelayan saat hendak berlabuh ke TPI Lampulo Banda Aceh. Foto : Taufik Ar Rifai
Kapal nelayan saat hendak berlabuh ke TPI Lampulo Banda Aceh. Foto : Taufik Ar Rifai

Para nelayan selain untuk mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya, juga dapat menjaga stabilitas kebutuhan ikan di pasaran. Sehingga masyarakat Aceh tetap tidak mengeluh akibat kekurangan ikan di tengah wabah corona. Apalagi, tingkat permintaan ekspor di negara-negara seperti Jepang sudah mulai meningkat. Walaupun demikian, mereka tetap mematuhi semua himbauan Pemerintah Aceh dan MPU Aceh terkait pendemi Covid-19.

“Insya Allah, hingga saat ini kita masih sehat-sehat. Kami rasa lockdown itu sebagai opsi terakhir jika situasi wabah di tempat kita sudah mulai parah. Kita berharap semoga Allah menjauhkan segala mara bahaya dan penyakit di bumi Aceh ini,” kata Amir lagi. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT