Pasukan keamanan Israel menyerang warga Palestina saat sedana melaksanakan salat tarawyh di Masjid Al Qiblatain di dalam kompleks Masjidil Aqsa dengen granat kejut dan peluru karet. Foto Ammar Awad/REUTERS
Ramalah – Bentrokan berdarah terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam waktu setempat (07/05) setelah polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan batu.
Insiden ini terkait dengan ancaman pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.
Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan, ungkap kantor berita Reuters merujuk laporan dari kedua pihak.
Ketegangan kembali muncul di Yerusalem dan wilayah pendudukan Tepi Barat selama bulan suci Ramadan setelah beberapa kali bentrokan terjadi pada malam hari di Sheikh Jarrah – wilayah di mana banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran setelah sekian lama bersengketa secara hukum.
Berikut ini foto-foto tentara Israel menyerang warga Palestina yang sedang melaksanakan salat tarawih di Masjidil Aqsa :
Seorang pria Palestina melaksanakan ibadah salat tarawih di tengah pasukan keamanan Israel yang berkumpul selama terjadi bentrokan di kompleks Masjidil Aqsa, tepatnya di lingkungan Syeikh Jarrah kota Tua Yerussalam, Kamis (7/5/2021) malam. Foto Ammar Awwad/REUTERS
Dalam insiden tersebut, setidaknya 178 warga Palestina dan enam tentara Israel terluka dalam bentrokan tersebut. Foto Ammar Awad/REUTERS
Pemuda Palestina mengangkat rekannya yang terluka akibat terkena bentrokan dengan tentara Israel di kompleks Masjidil Aqsa. Foto Ammar Awad/REUTERS
Pasukan keamanan Israel menyerang warga Palestina saat sedana melaksanakan salat tarawyh di Masjid Al Qiblatain di dalam kompleks Masjidil Aqsa dengen granat kejut dan peluru karet. Foto Ammar Awad/REUTERS
Pasukan Israel menangkap searing pemuda Palestina saat terjadi bentrokan. Pemuda Palestina itu terluka akibat terkena tembakan peluru karet dari perigas keamanan Israel. Foto Ammar Awad/REUTERS