Acehjurnal.com – Jakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Kuliner dan Seni Budaya Aceh yang digelar oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) di Mal Plaza Festival. Acara yang berlangsung selama 10 hari, dari 22 hingga 31 Agustus 2025, ini merupakan bagian dari perayaan 75 tahun berdirinya organisasi yang lahir pada 24 Agustus 1950 tersebut.
Festival ini untuk pertama kalinya memadukan seni budaya dan kuliner khas Aceh dalam satu panggung. Ribuan pengunjung dapat menikmati beragam pertunjukan seni serta mencicipi hidangan tradisional Aceh. Salah satu daya tarik utama adalah lomba tari Ratoh Jaroe yang diikuti oleh 107 SMP dan SMA se-Jabodetabek.
Sekretaris Panitia Pelaksana, Mawardi, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya memperkenalkan kuliner yang sudah populer seperti mi Aceh, tetapi juga hidangan khas lainnya yang belum banyak dikenal. “Kami ingin memperkenalkan kuah beulangong. Rasanya mirip gulai tetapi dengan rempah khas Aceh, karena sejak dahulu Aceh dikenal sebagai penghasil rempah,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara pada Minggu (24/8/2025).
Selain kuah beulangong, pengunjung juga dapat menikmati ayam tangkap, kari kambing, teh tarik, kopi sanger, serta kue tradisional seperti timpan. Berbagai suvenir khas Aceh seperti peci, baju, dan sandal bermotif Aceh juga tersedia untuk dibeli.
Di sisi seni budaya, lomba tari Ratoh Jaroe menjadi salah satu highlight acara. Peserta berjumlah sekitar 2.000 orang memperebutkan piala bergilir dari Menteri Kebudayaan dan piala tetap dari Wali Nanggroe Aceh. Diharapkan, gelaran ini dapat menjadi agenda tahunan dan bahkan diselenggarakan di berbagai daerah.
Sejumlah pejabat dari Aceh maupun pemerintah pusat dijadwalkan hadir, termasuk Wali Nanggroe Aceh dan pejabat Pemerintah Provinsi Jakarta. Dukungan juga diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas UMKM dan Kebudayaan DKI Jakarta.
Mawardi menegaskan bahwa festival ini ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya warga Aceh. “Festival ini bukan hanya untuk masyarakat Aceh, tetapi untuk seluruh Indonesia. Kami ingin budaya dan kuliner Aceh bisa makin dikenal luas. Ini adalah Aceh untuk Indonesia,” pungkasnya.
Dengan ragam aktivitas yang ditawarkan, festival ini diharapkan dapat memperkuat promosi budaya dan kuliner Aceh di tingkat nasional. Masyarakat Jakarta dan sekitarnya dapat mengunjungi acara ini hingga akhir Agustus 2025.
Sumber: Beritasatu.com



