Farid Nyak Umar : MES Harus Bumikan Praktik Ekonomi Syariah di Banda Aceh

Banda Aceh | AcehJurnal.com – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) harus mampu berkontribusi penuh terhadap penyelenggaraan sistem ekonomi syariah di Kota Banda Aceh. Peran ini juga mampu mensosialisasikan secara masif kepada masyarakat dan para stakeholder pelaku ekonomi tentang Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan hadirnya organisasi tersebut, yakni untuk mengembangkan dan mempercepat penerapan sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia khususnya di Kota Banda Aceh.

“MES ini juga harus mampu menjadi wadah yang inklusif dalam menghimpun seluruh sumber daya serta membangun sinergi para stakeholder penggerak ekonomi di Banda Aceh. Sekaligus menjadi yang terdepan dalam melakukan sosialisasi kepada pemangku kepentingan dan warga kota terhadap urgensi Implementasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah,” kata Farid Nyak Umar saat memberi sambutan pada pelantikan MES Kota Banda Aceh di gedung ITLC Banda Aceh, Selasa (29/12).

Farid menyampaikan, kehadiran MES di Kota Banda Aceh patut dibanggakan karena dipelopori ole Aminullah Usman yang juga merupakan Ketua MES Provinsi Aceh.

Menurut Farid, Wali Kota Banda Aceh sudah memberikan solusi langsung terhadap praktik penegakan ekonomi s

Advertisement

yariah di Kota Banda Aceh degan membentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah. Kehadiran lembaga tersebut menjadi awal yang sangat baik untuk menghambat praktik pergerakan rentenir di Banda Aceh.

“Jika praktik rentenir ini bisa diatasi, maka akan semakin meringankan beban masyarakat dalam bermuamalah dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Farid Nyak Umar.

Maka untuk itu, MES Kota Banda Aceh lanjut Farid, harus berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah. Lalu perlu juga mengambil langkah-langkah yang lebih aktif untuk mengedukasi masyarakat melalui program yang bersifat insidental dan berkelanjutan dengan memiliki target edukasi atau sosialisasi yang bersifat umum maupun khusus.

Selain itu, Farid juga mengingatkan, kerja keras tersebut tidak bisa dilakukan oleh seorang ketua MES saja, akan tetapi harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat Banda Aceh. Dengan begitu, dapat menginspirasi dan memantik kepala daerah lain agar terdorong untuk memberikan andil terhadap perlindungan masyarakat miskin (dhuafa).

“Kita berharap organisasi yang konsen terhadap pelaksanaan praktik sistem ekonomi syariah di bumi Aceh ini bisa memberikan pemahaman yang menyeluruh baik kepada masyarakat maupun praktisi. Dalam hal ini industri jasa keuangan seperti perbankan, koperasi, asuransi, dan sebagainya,” tutur politisi PKS ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT