Berita Terkini
Politik

Dukung Hendra Budian Tempuh Jalur Hukum, Senior Golkar Minta TM Nurlif Fokus Tahun Politik 2024

TM Nurlif Antar Surat Pergantian Hendra Budian dari Wakil Ketua DPRA

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Kader senior Partai Golkar Teuku Mudasir mendukung langkah Hendra Budian memperjuangkan hak politiknya di mahkamah partai. Dukungan moril ini disampaikan langsung oleh pria akrab disapa Cek Mu terkait reposisi Hendra Budian dari Wakil Ketua DPRA kepada Teuku Raja Keumangan (TRK).

“Saya mendukung upaya Hendra Budian untuk memperjuangkan hak politiknya di mahkamah partai, ” kata Teuku Mudasir alias Cekmu melalui pesan WhatsApp, Jumat (23/9/20229.

BACA : TM Nurlif Antar Surat Pergantian Hendra Budian dari Wakil Ketua DPRA

Cekmu menjelaskan, dukungan yang diberikan kepada mantan aktivis ini menjadi pelajaran penting bagi TM Nurlif selaku Ketua DPD I Partai Golkar Aceh. Pasalnya, selama ini Partai Golkar diuntungkan dengan keberadaan Hendra Budian di posisi pimpinan DPRA. Karena, kedekatannya dengan rakyat telah mampu mendongkrak popularitas partai Golkar di Aceh.

Ia meminta agar Ketua DDP I Partai Golkar Aceh TM Nurlif tidak lagi menggunakan kekuasaannya melakukan manipulasi terhadap kader-kader partai. Sehingga dikhawatirkan bisa merugikan langkah politik partai kedepan.

BACA JUGA : Diusulkan Ganti dari Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian Tempuh Jalur Hukum

Sebaliknya, ia meminta TM Nurlif seharusnya lebih fokus pada agenda-agenda politik Partai menjelang tahun politik 2024. Diantaranya dengan melakukan konsolidasi menyeluruh, memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki oleh Partai Golkar.

“Bukan malah sebaliknya melakukan pembunuhan karakter kader yang justru sudah mendapatkan dukungan rakyat. Ini sangat tidak sejalan dengan arahan dan program Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto,” tegas Teuku Mudasir.

Sebagai pimpinan Partai Golkar di Aceh, katanya lagi, TM Nurlif diminta harus bersikap bijak dan mengayomi. Karena, pemimpin adalah muara semua problem kepartaian dan penengah dari semua konflik internal.

“Jangan malah justru menjelma menjadi sengkuni yang licik memicu konflik, mengelola kemudian saling mengadu domba antar kader-kader partai. Kemudian mengambil keuntungan dari semua pola konflik yang ada, ” ujarnya lagi.

Ia berharal, selayaknya parpol sebagai organisasi politik modern dikelola dengan manajemen organisasi yang baik. Sehingga nantinya tidsk berubah menjadi gerombolan atau kawanan liar.

“Semoga ini menjadi kasus dan konflik terakhir yang terjadi, karena selain merugikan organisasi juga menjadi preseden mengkhawatirkan bagi kberlangsungan kaderisasi generasi muda ditubuh partai kedepannya, ” pungkasnya. []