DPRA Gelar RDPU Pendidikan Kebencanaan, Fahlevi Kirani : Kita Usulkan Dana Dialokasikan Setiap Tahun  

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Komisi V DPR Aceh menggelar Rapat dengar pendapat Umum (RDPU) mengenai rancangan Qanun Aceh Tentang Pendidikan kebencanaan di Gedung Utama DPRA Senin (16/11). Ketua Komisi V DPR Aceh, M. Rizal Fehlevi atau akrab disapa Fahlevi Kirani mengatakan, audiensi itu diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap edukasi bencana terhadap masyarakat Aceh. Apalagi selama ini provinsi Aceh berada pada tingkat rawan bencana alam yang relatif tinggi.

“Bencana besar yang pernah terjadi dengan banyak korban jiwa sangat menyadarkan, bahwa kita hidup di daerah rawan bencana dan perlu pendidikan kebencanaan ini,” kata Fahlevi Kirani pada Selasa (17/11).

Politisi PNA ini menjelaskan, pendidikan kebencanaan adalah sarana edukatif dalam mengembangkan segala aspek peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Aceh agar selalu tanggap dan siaga bencana.  Ia berharap, rancangan Qanun tentang pendidikan kebencanaan ini dapat menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga aspek dan nilai-nilai kearifan lokasi di masyarakat terus berakomodir dengan baik.

“Selain tanggap tentang penanggulangan bencana, juga tentang bagaimana nantinya pencegahan terhadap suatu bencana. Untuk itu kita berharap rancangan qanun ini d

Advertisement

apat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Fahlevi menambahkan, rancangan qanun Aceh tentang pendidikan kebencanaan ini akan menjadi regulasi pertama provinsi. Regulasi ini disejajarkan dengan peraturan daerah yang ada di seluruh Indonesia. Menurutnya, rancangan qanun (Raqan) kebencanaan ini dapat diimplementasikan dengan baik karena didalamnya ada pengaturan dan kesediaan dana.  Dalam regulasi ini juga diatur tentang edukasi kebencanaan, baik di tingkat pendidikan formal, non formal. Selain itu, setiap aparatur gampong juga turut dilibatkan dalam memberikan edukasi terkait kebencanaan.

Selain itu, Raqan Kebencaan ini juga memastikan proses pembelajaran kebencanaan tidak hanya sebatas di ruang kelas. Namun juga harus ada praktik langsung dengan mengadirkan pakar-pakar berpengalaman dalam menimalisir bencana. Termasuk resiko, pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi dan rekontruksi.

“Kita usulkan sebanyak tiga persen dari total dana pendidikan harus dialokasikan untuk kegiatan kebencanaan setiap tahun. Ini dikarenakan di akhir penghujung tahun provinsi Aceh rentan dengan bencana,” tambahnya.

“Kita memastikan pendidikan kebencanaan akhirnya harus membangun kebudayaan aceh yang sadar risiko dan tangguh bencana, maka raqan ini mengharuskan adanya simulasi-simualsi reguler di semua satuan pendidikan,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT