Ditahan di Thailand, Enam Nelayan Anak Dibawah Umur Asal Aceh Dipulangkan

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Gatot Nurmantyo Beberkan Dirinya Dicopot Sebagai Panglima TNI Karena Putar Fil G30S/PKI

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Presidium Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menceritakan kembali latar belakang dicopotnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Suami Salat Subuh, Istri Pasok Pria Ke Kamarnya di Langsa

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa geram. Pasalnya, warga mendapati paangan non muhrim yang diduga melakukan...

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Enam nelayan asal Aceh kembali dipulangkan oleh Pemerintah Aceh dari Thailand. Keenam nelayan yang masih tergolong anak dibawah umur tersebut merupakan 57 orang yang ditangkap Pemerintah Thailand di Perairan Andaman pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (16/7/2020) dengan menumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 ETA.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal mengatakan, mereka tiba sekitar pukul 17.45 WIB dan langsung dijemput oleh tim BPPA yang dipimpin Kepala Subbid Hubungan Antar Lembaga (HAL) Teuku Syafrizal. Ini dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) RI.

“Sesampainya di bandara mereka semua diarahkan untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan, dan rapid test yang dibantu oleh pihak keamanan terkait di bandara. Setelah itu mereka diizinkan pulang,” kata Kepala BPPA Almuniza Kamal, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, selama di Jakarta, mereka akan diasuh sementara oleh Pemerintah Ache melalui BPPA. Mereka akan diinapkan di Rumah Singgah Provinsi Aceh di Jakarta. Keesokan harinya, Sabtu (18/7), mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh.

Sementara itu, sebanyak 57 anak buah kapal (ABK) dari kapal motor (KM Tuah Sultha dan KM Perkasa Mahera dan Vothus di perairan Andaman ditangkap oleh Pemerintah Thailand. Mereka ditangkap karena dianggap telah melakukan pelanggaran batas wilayah.

Namun usai menjalani proses peradilan, keenam anak di bawah umur itu dianggap masih memiliki masa depan yang panjang, sehingga tidak pernah melanggar hukum Thailand, dan memperoleh penilaian baik dari rumah penitipan anak.
“Oleh sebab itu, pihak Imigrasi Thailand melakukan transfer repatrian dari Phang Nga ke Bangkok untuk karantina mandiri selama 14 hari yang telah selesai pada tanggal 9 Juli 2020 lalu,” tambah Almuniza Kamal.

Almuniza menjelaskan, keenam anak tersebut menjalani proses persidangan dalam waktu berbeda. Ini dikarenakan mereka tidak satu kapal. Tiga dari mereka dari KM Perkasa Mahera dan Vothus, dari total 33 nelayan. Mereka mengikuti persidangan 16 Maret 2020 lalu, di Pengadilan Negeri Phang Ngah, Thailand.

“Sedangkan 30 nelayan lagi ikut persidangan pada 13 Maret 2020,” ujarnya.

Namun, di persidangan, ke-30 nelayan tersebut mengakui kesalahannya karena masuk ke perairan Thailand tanpa ada izin. Sehingga mendapat pengurangan hukuman setengah dari yang dituduh. Awalnya mereka dedenda sebesar 600 ribu bath per nelayan, kemudian dikurangi menjadi 300 ribu bath per nelayan.

“Namun, jika gagal membayar akan diganti dengan hukuman kurungan tidak lebih dari dua tahun potong masa tahanan sementara,” kata Almuniza Kamal.

Sementara, 24 nelayan lainnya yang ditangkap di kapal KM. Tuah Sulatan mengikuti persidangan pada 16 Mei 2020 lalu. 21 orang diantaranya dinyatakan bersalah dan tiga lainnya karena masih anak dibawah umur dipulangkan. Dalam persidangan, mereka juga mengakui bersalah bahwa sudah masuk ke perairan laut Andaman, Thailand. Akibatnya, ke 21 nelayan tersebut harus membayar denda sebesar 250 ribu bath bagi nakhoda dan 150 ribu bath per nelayan atau kru.

“Jika mereka tidak sanggup membayar denda, maka akan diganti dengan kurungan badan tidak lebih satu tahun dipotong masa tahanan bagi nakhoda atau kapten kapal. Sementara bagi kru kapal tidak lebih dari 300 hari potong masa tahanan,” pungkasnya.

Adapun keenam anak di bawah umur yang sudah dipulangkan tersebut, diantaranya berinisial M (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejahtera, Aceh Timur, I (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Peureulak, Aceh Timur, A (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau. Kemudian, MIK (17) asal Pulo Blang Mang, H (17) asal Puedawa Rayeuk dan M (17) yang berasal dari Idi Cut. Sementara, 51 satu ABK asal Aceh lainnya masih menjalani proses hukum hingga saat ini di Thailand. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...

Related Articles

Miliki Sabu, Pemuda Langkahan Diamankan Polisi

LHOKSUKON | ACEHJURNAL.COM - Seorang pria berinisil BS terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Warga Dusun Tgk Johan Gampong Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Aceh...

Positif Covid-19, Seorang Dokter Spesialis Anak Meninggal Dunia

LANGSA | ACEHJURNAL.COM - Dunia kedokteran kembali berduka, menyusul dokter spesialis RSUD Langsa, Nurcsan Umar Lubis, SpA, dilaporkan meninggal dunia, Kamis hari ini (24/9/2020)...

Jaksa Pinangki Diduga Coba Samarkan Duit Suap dari Djoko Tjandra

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung menyebut Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari Djoko Tjandra lewat Andi Irfan Jaya sebesar...