Ditahan di Thailand, Enam Nelayan Anak Dibawah Umur Asal Aceh Dipulangkan

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

Seorang Polisi Ditemukan Meninggal Tergantung di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHJURNAL.COM - Warga Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe digegerkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat yang kemudian diketahui berinisial FH tersebut...

Marthunis : UU Ciptaker Beri Peluang Investasi di Aceh, Khususnya UMKM

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Undang-Undang Cipta Kerja menciptakan berbagai peluang investasi di provinsi Aceh. Salah satunya adalah memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil...

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Enam nelayan asal Aceh kembali dipulangkan oleh Pemerintah Aceh dari Thailand. Keenam nelayan yang masih tergolong anak dibawah umur tersebut merupakan 57 orang yang ditangkap Pemerintah Thailand di Perairan Andaman pada 10 Maret dan 21 Januari 2020 lalu. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (16/7/2020) dengan menumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 867 ETA.

Kepala BPPA, Almuniza Kamal mengatakan, mereka tiba sekitar pukul 17.45 WIB dan langsung dijemput oleh tim BPPA yang dipimpin Kepala Subbid Hubungan Antar Lembaga (HAL) Teuku Syafrizal. Ini dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemendagri) RI.

“Sesampainya di bandara mereka semua diarahkan untuk mengisi kartu kewaspadaan kesehatan, dan rapid test yang dibantu oleh pihak keamanan terkait di bandara. Setelah itu mereka diizinkan pulang,” kata Kepala BPPA Almuniza Kamal, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, selama di Jakarta, mereka akan diasuh sementara oleh Pemerintah Ache melalui BPPA. Mereka akan diinapkan di Rumah Singgah Provinsi Aceh di Jakarta. Keesokan harinya, Sabtu (18/7), mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh.

Sementara itu, sebanyak 57 anak buah kapal (ABK) dari kapal motor (KM Tuah Sultha dan KM Perkasa Mahera dan Vothus di perairan Andaman ditangkap oleh Pemerintah Thailand. Mereka ditangkap karena dianggap telah melakukan pelanggaran batas wilayah.

Namun usai menjalani proses peradilan, keenam anak di bawah umur itu dianggap masih memiliki masa depan yang panjang, sehingga tidak pernah melanggar hukum Thailand, dan memperoleh penilaian baik dari rumah penitipan anak.
“Oleh sebab itu, pihak Imigrasi Thailand melakukan transfer repatrian dari Phang Nga ke Bangkok untuk karantina mandiri selama 14 hari yang telah selesai pada tanggal 9 Juli 2020 lalu,” tambah Almuniza Kamal.

Almuniza menjelaskan, keenam anak tersebut menjalani proses persidangan dalam waktu berbeda. Ini dikarenakan mereka tidak satu kapal. Tiga dari mereka dari KM Perkasa Mahera dan Vothus, dari total 33 nelayan. Mereka mengikuti persidangan 16 Maret 2020 lalu, di Pengadilan Negeri Phang Ngah, Thailand.

“Sedangkan 30 nelayan lagi ikut persidangan pada 13 Maret 2020,” ujarnya.

Namun, di persidangan, ke-30 nelayan tersebut mengakui kesalahannya karena masuk ke perairan Thailand tanpa ada izin. Sehingga mendapat pengurangan hukuman setengah dari yang dituduh. Awalnya mereka dedenda sebesar 600 ribu bath per nelayan, kemudian dikurangi menjadi 300 ribu bath per nelayan.

“Namun, jika gagal membayar akan diganti dengan hukuman kurungan tidak lebih dari dua tahun potong masa tahanan sementara,” kata Almuniza Kamal.

Sementara, 24 nelayan lainnya yang ditangkap di kapal KM. Tuah Sulatan mengikuti persidangan pada 16 Mei 2020 lalu. 21 orang diantaranya dinyatakan bersalah dan tiga lainnya karena masih anak dibawah umur dipulangkan. Dalam persidangan, mereka juga mengakui bersalah bahwa sudah masuk ke perairan laut Andaman, Thailand. Akibatnya, ke 21 nelayan tersebut harus membayar denda sebesar 250 ribu bath bagi nakhoda dan 150 ribu bath per nelayan atau kru.

“Jika mereka tidak sanggup membayar denda, maka akan diganti dengan kurungan badan tidak lebih satu tahun dipotong masa tahanan bagi nakhoda atau kapten kapal. Sementara bagi kru kapal tidak lebih dari 300 hari potong masa tahanan,” pungkasnya.

Adapun keenam anak di bawah umur yang sudah dipulangkan tersebut, diantaranya berinisial M (16) asal kampung Mata Bunga, Desa Sejahtera, Aceh Timur, I (16) asal Kampung Leugeu Baru, Desa Melati, Peureulak, Aceh Timur, A (16) asal Kampung Payah Pengat, Desa Dama Pulau. Kemudian, MIK (17) asal Pulo Blang Mang, H (17) asal Puedawa Rayeuk dan M (17) yang berasal dari Idi Cut. Sementara, 51 satu ABK asal Aceh lainnya masih menjalani proses hukum hingga saat ini di Thailand. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Peluang Investasi di Aceh, DPMPTSP Andalkan Medsos

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Aceh memiliki potensi dan peluang dalam mengembangkan industri agro untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya. Untuk menggenjot investor,...

Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah ‘Offside’

JAKARTA -- Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah...

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA | Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)...