Disinggung Mualem Soal Pemekaran ALA, Bupati Amru Minta Maaf

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

Sebelum Menikah, Mieke Amalia Ngaku Kumpul Kebo Bersama Tora Sudiro

JAKARTA - Mieke Amalia membuka masa lalunya dengan Tora Sudiro. Hubungan keduanya terjalin penuh liku. Mieke berselingkuh dengan Tora saat keduanya terlibat dalam satu proyek...

Kasus Covid-19 di Aceh Tembus 7.037, Banda Aceh dan Aceh Besar Tertinggi

BANDA ACEH - Kasus positif Covid-19) di Provinsi Aceh menembus 7.037 orang. Sebaran kasus terbanyak terdapat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Berdasarkan data...

BLANGKEJEREN | ACEHJURNAL.COM : Bupati Gayo Lues, H. M. Amru menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Partai Aceh terkait isu pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Pernyataan itu disampaikan Amru kepada anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan di pendopo Bupati Gayo Lues hari ini, Minggu (27/9).

“Dari hati yang dalam saya meminta maaf kepada pimpinan Partai Aceh, terkhusus kepada Mualem dan Abu Razak,” kata Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru.

Bupati Amru mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan fatal terkait wacana pemekaran Provinsi ALA yang dilontarkannya beberapa hari lalu. Terlebih lagi, dirinya tidak pernah berkoordinasi dengan elit Partai Aceh sehingga dianggap telah melanggar kode etik sebagai kader Partai Aceh. Apalagi, isu ini mengelinding di tengah-tengah pandemi Covid-19.

Sebagai kader Partai Aceh, dirinya mohon maaf dan siap mematuhi dan menjalankan perintah Mualem dan Abu Razak. Saat ini, ia mengaku siap menjalankan instruksi Panglima GAM tersebut untuk lebih fokus bekerja membangun daerahnya.

“Saya ingin lebih fokus bekerja menuntaskan janji-janji politik saya kepada masyarakat, dan mencari jalan untuk membasmi wabah pandemi Covid-19. Apalagi saat ini sudah terkonfirmasi lebih dari 50 warga Gayo Lues positif terjangkit corona,” pungkasnya. []

 

1 COMMENT

  1. TA Geson dih ken ah ….
    Harusnya klo anda perkasa tdk perlu minta maaf apalagi di media…, Terima itu sebagai konsekuensi dr perjuangan, skrg masyarakat Gayo Lues tau bhwa tokoh perjuangan terbagi dua, yg pertama pejuang ikhlas, yg kedua pejuang pengkhianat …,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

BERITA TERKAIT

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...