Danjen Kopassus Mayjen Muhammad Hasan Jabat Pangdam IM

Banda Aceh – Jenderal Andika Perkasa baru saja dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Selain itu, turut dilakukan rotasi di sejumlah perwira tinggi di jajaran TNI.
Salah satunya adalah jabatan Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM). Orang nomor satu di jajaran Kodam IM ini dijabat oleh Danjen Kopassus Mayjen Muhammad Hasan. Ia menggantikan Mayjen TNI Achmad Marzuki yang dipromosikan sebagai Aster Kasad.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1029/XI/2021 tentang Pemberhentian dari/dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Surat tersebut ditetapkan di Jakarta pada Rabu (17/11/2021) dan ditandatangani oleh Kepala Setum TNI, Brigjen Rachmatullah.

Baca : Viral, Pria Gangguan Jiwa Ini Mengaku Kopassus dan Pernah Ditugaskan ke Aceh Saat DOM

Dikutip dari laman Wikipedia, Mayjen TNI Muhammad Hasan adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 26 Agustus 2020 mengemban amanat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. Lulusan Akademi Militer tahun 1993 ini berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus). Ia sejak muda mempunyai kegemaran menulis bahkan sewaktu mudanya bercita-cita menjadi seorang wartawan, salah satu buku karyanya adalah Catatan 20 yang ditulisnya saat masih menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.
Hasan lahir di Bandung pada 13 Maret 1971. Keluarganya bersuku Minangkabau dan berasal dari Batu Balantai, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ayahnya bernama Nazir Zubir yang dahulu merupakan anggota TNI dan Ibunya bernama Asni. Semasa SMA, Hasan dijuluki Si Doel karena kepiawaiannya menulis dan tulisannya acapkali dipajang di mading sekolah.

Baca : Cerita Mistis Kopassus Saat Tumpas OPM di Hutan Papua

Ia sempat pindah sekolah ke kampung halamannya di Canduang saat kelas 2 SMP. Disana, ia bersekolah di SMP Negeri Simpang Candung dan kemudian di SMA Negeri 1 IV Angkat Candung (kini bernama SMA Negeri 1 Ampek Angkek). Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan lulus tahun 1993.
Sebelumnya, Mayjen TNI Muhammad Hasan sempat bertugas sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur hingga 2013. Tak lama, ia kembali pulang ke Korps Baret Merah itu. Ia dipercaya menjadi Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus. Di tahun yang sama, Brigjen Hasan diangkat Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011). Lalu pada 2014, ia kembali bertugas di luar Kopassus menjadi Asrena Paspampres.
Pada tahun 2016, Brigjen Hasan mendapat promosi menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Ia menjadi pengawal terdekat Presiden Joko Widodo sebab Grup A Paspampres melekat melalukan pengawalan kepada presiden.
Usai menjadi pimpinan Grup A Paspampres pengawal Jokowi, Hasan dipromosikan menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana. Ia lalu ‘pulang kandang’ pada 2019 dengan menjabat sebagai Wadanjen Kopassus.
Baru setahun menjadi Wadanjen, Hasan kembali dipromosikan sebagai Danjen Kopassus. Ia pun menjadi orang nomor 1 special force TNI AD itu.
Pengangkatan ini merupakan promosi bagi Hasan yang usai dilantik nanti, akan menambah bintangnya menjadi Mayjen. Sejumlah operasi pernah diikuti oleh Brigjen Hasan, seperti operasi Timor Timur, Opeasi Irian Jaya, dan Operasi Nemangkawi. [detik.com]
Advertisement
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

HEADLINES

BERITA TERKAIT