HomeDaerahCinta Terlarang Berujung Aborsi, Saksi Bisu Jembatan Ambruk di Bireuen
Cinta Terlarang Berujung Aborsi, Saksi Bisu Jembatan Ambruk di Bireuen
BIREUEN | ACEHJURNAL.COM – Warga Gampong Awe Geutah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireun mendadak geger. Pasalnya, sejumlah warga yang sedang ramai-ramai melintas di jembatan gantung tiba-tiba ambruk ke sungai pada Senin (14/3).
Peristiwa nahas yang terjadi Ba’da Dzuhur itu terjadi saat warga yang sedang mencari keberadaan seorang gadis remaja yang dikabarkan hilang. Dari rumor berkembang, gadis yang masih berstatus pelajar ini menjadi korban pembunuhan dan mayatnya dibuang ke sungai. Kecurigaan ini berawal saat warga menemukan sejumlah bercak darah di jembatan berkonstruksi kayu tersebut. Sehingga warga dibantu polisi berbondong-bondong ingin menelusuri jejak bercak darah tersebut.
Usut punya usut, ternyata ditemukan baru usai warga ramai-ramai jatuh ke sungai akibat ambruknya jembatan gantung tersebut. Ternyata, bercak darah yang menempel pada jembatan itu diduga kuat dari seorang gadis yang mengalami pendarahan akibat keguguran. Temuan ini berdasarkan laporan sejumlah sumber jika sebelumnya ada pasangan remaja yang mendatangi pondok persalin di Gampong Keude Asan Kecamatan Peusangan, Bireuen. Kedua pasangan ini dikabarkan hendak mencari obat untuk menggugurkan kandungannya.
“Sebelum kejadian itu, ada yang melihat pasangan remaja ini baru pulang dari Polindes untuk membeli obat,” ujar narasumber yang enggan namanya ditulis.
Usai membeli obat, pasangan ini lalu kembali pulang dengan melintasi jembatan gantung tersebut. Setibanya di jembatan itu, tiba-tiba gadis tersebut mengalami pendarahan hingga mengenai jembatan. Diduga karena panik, gadis itu kemudian lari dan bersembunyi di semak-semak hutan yang tak jauh dari jembatan tersebut. Tak lama kemudian, di gadis ini ditemukan warga dalam kondisi pendarahan hebat tak jauh dari jembatan tersebut.
Gadis ini telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan medis. Sementara pria yang diduga sebagai pacarnya dikabarkan masih belum diketahui jejaknya.
“Polisi katanya sedang mencari keberadaan pria yang diduga kuat sebagai pacarnya itu,” ujar narasumber itu lagi. Diberitakan sebelumnya, Satu jembatan gantung berkonstruksi kayu penghubung Gampong Awe Geutah dan Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen ambruk pada Senin (14/3), menjelang waktu salat Zuhur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi diperoleh, awalnya warga yang melintas melihat bercak darah serta satu unit sepeda motor terparkir dekat jembatan. Warga lalu bergegas melapor ke polsek terdekat. Sehingga, Kanit Reskrim Polsek Peusangan Aipda Rudi Harianto bersama masyarakat mendatangi lokasi tersebut.
Karena diduga ada warga yang hilang, personel kepolisian bersama masyarakat melakukan pencarian dengan menyusuri jembatan dan sekitarnya. Namun naas, jembatan gantung tersebut roboh dan menyebabkan Aipda Rudi Harianto serta sepuluh warga lainnya jatuh ke sungai.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy yang didampingi Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja mengatakan, peristiwa robohnya jembatan gantung yang menyebabkan salah satu anggotanya jatuh ke sungai bermula dari niat mencari orang hilang bersama masyarakat setempat.[]
- Advertisement -